Penyaluran Kredit di Banten Alami Perlambatan

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

Tangerang, PalapaNews.com – Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Banten mencatat penyaluran kredit masih menunjukkan tren perlambatan menjadi 13,71% menjadi Rp238,79 triliun pada kuartal I/2016 (yoy).

Mengutip data Kajian Ekonomi Regional, penyaluran kredit sempat melesat 23% pada kuartal I/2014 dan terus melambat menjadi 13,26% pada kuartal I/2015, dan tumbuh tipis 13,71% pada kuartal I/2016.

“Perbaikan dipicu oleh penyaluran kredit usaha rakyat yang gencar dilakukan oleh pemerintah. Kendati demikian, nilainya memang belum terlalu besar untuk mendongkrak kinerja kredit di Banten,” kata Kepala BI Banten Budiharto Setyawan di Tangerang, Jumat (22/4/2016).

Adapun, komponen kredit modal kerja masih mendominasi kinerja pembiayaan perbankan Banten senilai Rp99,76 triliun, atau naik 13% dibandingkan realisasi kuartal yang sama tahun lalu Rp88,27 triliun.

Kredit konsumsi menempati peringkat kedua sebagai pembiayaan terbesar dalam komponen pembiayaan senilai Rp72,94 triliun dan kredit investasi Rp66,1 triliun. Kedua komponen tersebut mengalami pertumbuhan masing-masing 14% dan 14,4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Pada tahun ini, BI Banten masih optimistis dengan prediksi pertumbuhan kredit sebelumnya di kisaran 12%-14% pada tahun ini. Prediksi itu dilatarbelakangi oleh era pelonggaran moneter dan perbaikan ekonomi regional.

Keyakinan itu juga berkaca dari pertumbuhan kredit tahun lalu sebesar 12,52%, atau lebih tinggi dibandingkan realisasi kredit 2014 yang tumbuh 11,99% (yoy).

Sejumlah sektor diprediksi menjadi penggerak pertumbuhan kredit pada tahun ini antara lain perumahan, transportasi dan pergudangan, serta konstruksi. Hal ini bisa dilihat dari 11proyek percepatan percepatan nasional yang berada di Banten yakni pembangunan jalan tol Serang-Panimbang, pembangunan jalan tol Serpong-Balaraja, pembangunan Bandara Banten, pembangunan kawasan ekonomi (KEK) Tanjung Lesung, dan pengembangan Bandara Udara Internasional Soekarno Hatta.

Khusus pertanian dan kehutanan, pergerakannya diperkirakan akan membaik meski masih mencatatkan kinerja negatif pada tahun lalu. (bd)

Sumber: kabar24.com

Komentar Anda

comments