Kenali Secara Dini Si “Silent Disease” Osteoporosis

oleh -
Seminar Osteoporosis di Siloam Hospitals. (bd)
Seminar Osteoporosis di Siloam Hospitals. (bd)
Seminar Osteoporosis di Siloam Hospitals. (bd)

Tangerang, Palapa News — Jika Anda berumur 50 tahun atau lebih, resiko untuk mengalami patah tulang semakin meningkat, cegah dengan mengetahui kepadatan tulang Anda. Mari kenali secara dini, risiko serangan osteoporosis bisa jadi penyakit yang mengakibatkan tulang keropos ini diam-diam mengincar Anda.

Osteoporosis merupakan sebuah kelainan tulang yang disebabkan oleh berkurangnya kepadatan masa tulang, sehingga tulang menjadi keropos atau rapuh. Usia memang menjadi salah satu risiko penyebab osteoporosis. Namun, ada beberapa penyebab osteoporosis lainnya yaitu jenis kelamin.

Dalam kasus ini, wanita yang sudah mengalami menopause akan lebih rentan mengalami osteoporosis. Selain itu gaya hidup yang tidak sehat seperti; pola makan yang tidak baik, kurang aktivitas fisik, merokok dan konsumsi alkohol juga memberi andil pada kejadian osteoporosis.

Osteoporosis terjadi karena kurangnya salah satu matrix kadar kalisum dalam tulang. Hal tersebut bisa terjadi karena kurangnya vitamin D yang membantu penyerapan Kalsium. Jadi, kalsium dan vitamin D bersinergi untuk meningkatkan  kesehatan tulang Anda. Untuk itu pilihlah makanan yang mengandung banyak kalsium seperti kacang-kacangan, brokoli, susu, dan lain lain.

“Pasien dengan kodisi keropos tulang menjadi sangat rentan terhadap patah tulang. Osteoporosis pada tulang belakang dapat menyebabkan gejala nyeri punggung, kehilangan tinggi badan atau kelainan bentuk tulang belakang dan postur membungkuk. Kondisi yang cukup mengkhawatirkan pasien amat mungkin mengalami patah tulang hanya dengan benturan ringan, jatuh, menaiki tangga, mengangkat benda atau membungkuk,” ungkap dr Putut Sugiantoro, Sp.OT salah satu pembicara pada seminar umum, Sabtu (12/3/2016).

Siloam Hospitals menghadirkan Spesialis Bedah Ortopedi (tulang), dr Putut Sugiantoro, Sp.OT dan Spesialis Penyakit Dalam, dr. Sandra S Langow,Sp.PD KR dalam Seminar Umum “Tips Mengenali dan Mengatasi Tulang Keropos” di Ball Room Lt. 11 Gedung Siloam Hospitals, Lippo Village Karawaci Tangerang. Kedua nara sumber ini, mengungkap fakta keropos tulang di usia dini, penanganan serta pola hidup untuk mencegah kondisi ini berlanjut ke tahap yang lebih serius.

Disarankan, agar osteoporosis tidak berakhir dengan patah tulang, sebaiknya ciptakan lingkungan yang aman dan minim risiko bagi penderita. Selain itu hindari juga aktivitas berat atau olahraga yang memiliki gerakan menghentak atau berhenti mendadak. Bila sudah mengalami osteoporosis, tetap lakukan olahraga ringan  seperti; jalan kaki, senam, yoga dan berenang.

Dokter Sandra S Langow,Sp.PD KR mengutarakan, kepadatan  tulang yang berkurang merupakan salah satu penyebab osteoporosis atau yang lebih dikenal dengan keropos tulang. Dalam dunia kedokteran, kondisi ini memiliki tiga tipe yaitu: tipe pertama osteoporosis pada wanita (post-menopouse), tipe kedua yaitu osteoporosis pada orang tua, serta tipe terakhir berupa pengeroposan sekunder akibat sebab lain.

“Fakta yang perlu diketahui oleh pasien dengan keluhan osteoporosis ialah keberadaannya yang pelan-pelan dapat menggerogoti kepadatan tulang. Munculnya tanpa gejala sehingaga kerap disebut sebagai silent disease. Untuk itu pasien perlu memperhatikan perubahan pergelangan tangan, pinggul serta tulang belakang. Pun, perlu diwaspadai keluhan seperti nyeri sendiri atau kesulitan berdiri dan duduk. Meskipun osteoporosis sendiri tidak menimbulkan nyeri, namun jika terjadi patah tulang penderita dapat merasa nyeri hebat,” jelas dr. Sandra S Langow,Sp.PD KR ditemui usai seminar.

Head of Business Development Siloam Hospitals lippo Village, Alexander Mutak menjelaskan tujuan dari seminar umum itu sebagai upaya memberikan pengetahuan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan sejak dini, memberikan pengetahuan akan bahaya Osteoporosis dan bagaimana cara pencegahannya, serta memperkenalkan fasilitas pelayanan di SHLV kepada masyarakat luas.

“Atas dasar kepedulian dan tanggung-jawab, Siloam  Hospitals sebagai penyedia jasa kesehatan menggelar seminar umum ini, agar masyarakat dapat melakukan tindakan prefentif berupa deteksi dini kondisi kepadatan tulangnya,” jelasnya. (bd)

Komentar Anda

comments