Peringatan Pertempuran Lengkong Ditutup Tari Poco-poco

oleh -
Wakapolres Tangsel saat memperingati 70 tahun Pertempuran Lengkong. (nad)
Kompak, Wakapolres Tangsel Bachtiar Alponso (kiri) menari poco-poco. (man)
Kompak, Wakapolres Tangsel Bachtiar Alponso (kiri) menari poco-poco. (man)

Tangsel, PalapaNews — Peringatan Pertempuran Lengkong di Monumen Daan Mogot untuk mengenang Pertempuran Lengkong kembali digelar di Jalan Raya Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel), Minggu (28/2/2016).

Ada yang unik pada peringatan yang digelar tahun ini. Pada penutupan peringatan ke-70 ini, Wakapolres Tangsel Komisaris (Kompol) Bachtiar Alponso, Kompol Didik Putra Kuncoro dan para tamu undangan lainnya menarikan tarian Poco-poco.

Mereka bersama-sama dengan para penari disabilitas, maju kedepan panggung dan menarikan tarian asal Maluku yang dikenal dengan goyangan yang luwes itu.

Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie pun turut terlibat dalam tarian yang diiringi musik poco-poco itu.

Sambil melangkahkan dua langkah kecil ke arah kanan, kembali ke tempat semula lalu mundur dua langkah ke arah belakang, lalu maju ke arah depan sambil berputar arah.

Sementara itu, dalam sambutannya, Wakil Walikota Benyamin Davnie mengatakan setiap tahun di Monumen Daan Mogot ini berkumpul untuk mengenang masa perjuangan mempertahankan kemerdekaan.

Dalam pertempuran heroik yang dikenal dengan sebutan Peristiwa Lengkong ini putera-putera terbaik bangsa telah gugur sebagai pahlawan dalam upaya membela bangsa dan negara.

“Khusus bagi kami yang ada di Kota Tangsel sebagai daerah otonom baru yang dibentuk melalui Undang-undang Nomor 51 Tahun 2008, lokasi Monumen Peristiwa Lengkong jadi salah satu sumber inspirasi kami untuk melanjutkan perjuangan para pahlawan,” terang Benyamin. (man)

Komentar Anda

comments