Retribusi Izin Tenaga Kerja Asing di Tangsel Dinilai tak Tergarap

oleh -
Anggota Komisi III DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu. (dok)
Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu. (dok)
Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu. (dok)

Tangsel, PalapaNews- Komisi III DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menilai retribusi izin tenaga kerja asing di kota tersebut tak tergarap maksimal. Padahal, sektor retribusi tersebut berpotensi mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD).

“Harusnya dinas terkait membuat target pendapatan retribusi izin tenaga kerja asing, karena ini sangat berpotensi,” kata Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Iwan Rahayu.

Ia berpendapat, Perda 43 tahun 2014 Tentang Tata Cara Perpanjangan dan Pemungutan Rertibusi Izin Tenaga Asing semestinya sudah bisa diefektifkan tahun ini. Namun, ia melihat pada penyusunan anggaran tahun ini belum ada catatan target dari pemerintah untuk retribusi tersebut.

“Untuk peningkatan PAD, tentunya pemerintah harus berani menargetkan secara maksimal, dan terus mencari potensi yang ada. Nanti akan kami rapatkan lagi di Komisi, untuk mendesak pemerintah membuat target pungutan retribusi ini agar pemasukan PAD kita semakin bertambah,” tuturnya.

Baca : Dispora Tangsel Gelar Sosialisasi Seleksi Paskibraka 2016

Secara hitung-hitungan potensi, politisi PDI Perjuangan ini mengaku di Kota Tangsel terdapat 338 jiwa tenaga kerja asing. Retribusi yang ditarik dari tenaga asing ini mencapai 100 dolar setiap bulan.

“Sebagian besar sekitar 60 persen tenaga pengajar meningat banyak sekolah internasional. Sisanya 40 persen adalah tenaga perkantoran dan industri. Potensi ini lumayan besar,” kata dia. (jok)

Komentar Anda

comments