Ini Pengakuan Eks Gafatar Asal Tangsel

oleh -
Mantan anggota Gafatar asal Tangsel ditampung di Rumah Singgah Kademangan. (man)
Mantan anggota Gafatar asal Tangsel ditampung di Rumah Singgah Kademangan. (man)
Mantan anggota Gafatar asal Tangsel ditampung di Rumah Singgah Kademangan. (man)

PalapaNews- Puluhan eks anggota organisasi terlarang Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) ditampung Pemkot Tangsel di Rumah Singgah Kademangan, Kecamatan Setu. Banyak cerita saat mereka hidup di wilayah Kalimantan Barat.

Seperti yang diutarakan Ade (35), eks anggota Gafatar asal Tangsel yang kini ditampung di Rumah Singgah Kademangan.

Ia mengaku, pergi ke Kalimantan Barat dan bergabung dengan Gafatar lantaran mendukung program Presiden Indonesia, Joko Widodo dalam menuju program peningkatan ketahanan pangan.

Oleh sebab itu, dirinya yang saat itu tergabung dengan organisasi Gafatar memboyong istri dan kedua anaknya untuk hijrah ke Ela Hilir, Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat.

“Untuk modal, saya menghabiskan uang 18 juta rupiah, dengan rincian untuk membuat rumah, membeli tiket pesawat, patungan 1,5 juta rupiah untuk membeli lahan pertanian di KalBar (Kalimantan Barat) dan kebutuhan lainnya,” kata Ade saat berbincang dengan para wartawan di Rumah Singgah, Selasa (26/1/2016).

Di sana, Ade mengaku tinggal di rumah dengan bangunan yang memanjang. Jadi, satu rumah tetap satu keluarga. Hanya saja disekat untuk memisahkan keluarga yang satu dengan yang lainnya.

“Dengan total 200 orang, kami semua bisa membeli lahan seluas 78,5 Hektar, karena harga tanah disana murah. 2,5 juta per Hektar untuk menjadikan Pertanian Terpadu yang memadukan peternakan, peternakan, perikanan, dalam satu lahan,” ujarnya

Warga Pondok Aren ini berkeinginan untuk kembali mengais rezeki di Kalbar. Namun, tidak adanya modal dan trauma keluarga yang tidak memungkinkan dirinya untuk kembali ke sana.

“Saat ini, saya mewakili teman-teman yang ada disini memohon perlindungan tempat tinggal kepada Pemerintah Kota Tangsel. Modal kami telah habis. Selain itu, kami tidak ingin dikucilkan dengan pemberitaan media, karena pemulangan kami ini termasuk mendadak. Padahal masyarakat Dayak disana sudah sangat menerima kami ” tuturnya. (man)

Komentar Anda

comments