Pancasila Harus jadi Benteng Derasnya Teknologi Informasi

oleh -

Wahidin Halim

Palapa News – Semakin pesatnya kemajuan teknologi informasi di era globalisasi ini secara tidak langsung telah menembus dan mempengaruhi perilaku kehidupan kita sehari hari. Bahkan, di kalangan generasi muda sekarang hampir tiap hari tidak bisa lepas dari alat teknologi baik HP, Laptop, Komputer, bahkan internet bukan lagi melanda di kota-kota, tapi sudah masuk ke pelosok-pelosok desa.

Fenomena ini bisa dimaknai sebagai kemajuan, serta bisa mendatangkan musibah yang merusak generasi penerus bangsa ke depan, bila tidak ada benteng yang mengendalikannya. Nah, nilai-nilai yang terkandung dalam empat Pilar Kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika adalah salah satu yang menjadi benteng pertahanan dari derasnya arus globalisasi saat ini.

Demikian arahan dari anggota MPR RI, DR. Wahidin Halim, M.Si. pada acara sosialisasi 4 pilar kebangsaan yang digelar pada Sabtu (21/11) di Pakujaya Kecamatan Serpong Utara Kota Tangerang Selatan.

“Empat Pilar Kebangsaan harus terus digelorakan untuk mengingatkan kembali bahwa Indonesia merupakan bangsa yang besar, bermartabat, berdaulat, dan berkepribadian luhur. Semua itu dapat menjadi solusi untuk mengembalikan jati diri bangsa,” ujar Anggota DPR RI Fraksi Demokrat itu di hadapan para konstituennya warga Pakujaya.

Menurut mantan Walikota Tangerang, Indonesia harus kembali kepada jati diri bangsa untuk menuju cita-citanya, tidak bergantung kepada bangsa lain dan ideologi yang kurang cocok dengan karakter bangsa. “Sebagai bangsa yang telah memproklamirkan kemerdekaannya 70 tahun lalu, Indonesia harus bisa lepas dari cengkraman bangsa asing. Jangan biarkan daya hisap asing terus terjadi di negeri yang dianugerahi kekayaan yang berlimpah oleh Tuhan Yang Maha Esa ini,” tandas pria yang asli Tangerang itu.

Pria yang akrab disapa WH ini menambahkan, dahulu para pahlawan kita berperang angkat senjata, lanjutnya, saat ini semua warga negara juga harus berjuang sesuai bidangnya masing-masing untuk mengisi kemerdekaan dan berkontribusi demi negeri.

“Sebagai pedoman perjuangan itu, kita telah dibekali para pendiri bangsa yaitu semangat dan nilai-nilai yang terkandung dalam Empat Pilar Kebangsaan. Kita adalah Indonesia, pondasinya Pancasila, tiangnya UUD 1945, atapnya NKRI, dan penghuninya Bhinneka Tunggal Ika,” jelasnya penuh semangat.

Kegiatan sosialisasi ini, diikuti ratusan peserta, berasal berbagai unsur diantaranya RT -RW, LPM dan BPD, Tenaga Pengajar/ Guru, Tokoh Perempuan, Tokoh Agama di Serpong Utara.

Dikesempatan itu Iman Fauzi, MM. yang menjadi pembicara lainnya juga mengatakan hal yang sama. Kata akademisi ini, bahwa dengan ada sosialisasi empat pilar itu diharap dapat diterapkan kedepannya. Ini agar kehidupan dalam berbangsa kemungkinan banyak terlupakan.

Sementara itu, Ibu Nila, salah satu tokoh perempuan mengatakan, dengan digelarnya sosialisasi ini, dirasakan sangat perlunya peningkatan dan pemahamannya kembali tentang esensi dari empat pilar. Terutama ini implementasi dalam kehidupan ditengah bermasyarakat tersebut.

“Kami menyampaikan rasa terimakasih, khususnya itu pada Pak WH karena sudah bisa bersilaturrahmi di kampung kami dalam rangka sosialisasi empat pilar. Selama ini kami warga Serpong Utara rindu sekali dengan Bapak dan membutuhkan bimbingan Bapak ke depan agar menjadi warga yang berahlakul karimah” ungkapnya.(nai)

Komentar Anda

comments