Minta Upah Rp4,4 Juta, Buruh Kota Tangerang Unjuk Rasa

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

Palapanews- Puluhan buruh dari Koalisi Buruh Tangerang (KABUT) Bergerak mendemo Kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Tangerang, Senin (19/10/2015). Mereka menuntut dikabulkannya UMK 2016 sebesar Rp4.404.309.

Koordinator aksi buruh, Maman mengatakan bahwa saat ini UMK 2016 masih dalam pleno oleh Dewan pengupahan kota. Pihaknya berharap agar angka UMK yang sudah mereka sampaikan agar disetujui.

“Kita harap angka tersebut direkomendasikan ke Gubernur Banten agar disahkan menjadi UMK 2016. Itu angka real karena ada inflasi yang akan berdampak pasa buruh,” tukasnya.

Jumlah UMK tersebut naik 61,33 persen dari UMK Kota Tahun 2015 yang sebesar Rp2.730.000. Jumlah UMK berdasarkan perhitungan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) ditambah enam komponen.

Diantaranya isentif transportasi 8 persen, insentif perumahan 8 persen, insentif biaya sosial 10 persen, insentif inflasi 6,83 persen, insentif progresif 8,5 persen serta insentif kenaikan harga BBM dan TDL 20 persen.

“Kita akan mengawal UMK 2016 ini sampai penetapan,” kata Maman.

Selain UMK, buruh juga menolak PP Pengupahan yang  telah disahkan oleh pemerintah. Pihaknya meminta kepada Pemkot Tangerang melalui Disnaker agar mengampaikan penolakan kepada pusat.

“Kita minta agar Pemda punya statmen kepada Pusat untuk mencabut PP tersebut, karena tidak mendukung buruh,” tandasnya. (nai)

Komentar Anda

comments