Penyebab Kanker Payudara belum Diketahui

oleh -
Senior Consultant and Deputy Medical Director Parkway Cancer Center Khoo Kei Siong. (ist)
Senior Consultant and Deputy Medical Director Parkway Cancer Center  Khoo Kei Siong. (ist)
Senior Consultant and Deputy Medical Director Parkway Cancer Center Khoo Kei Siong. (ist)

Palapanews- Senior Consultant and Deputy Medical Director Parkway Cancer Center  Khoo Kei Siong mengingatkan bahwa hingga saat ini penyebab Kanker Payudara masih belum diketahui.

Hal itu dijelaskan Khoo Kei Siong dalam Dialog Kesehatan bertajuk ‘Melindungi Perempuan dari Kanker yang Mematikan’ yang digelar Parkway Cancer Center di di The Groove Suite Kuningan dan Harris Hotel & Conventions Kelapa Gading pada 9 dan 10 Oktober 2015

“80-90% perempuan yang menderita Kanker Payudara ternyata tidak memiliki sejarah di keluarganya dan 70% juga tidak memiliki faktor risiko, kemungkinan besar penyakit ini disebabkan faktor genetis, hormonal dan lingkungan yang saling mempengaruhi. Hal ini membuat setiap perempuan memiliki risiko terkena Kanker Payudara,” ungkap Khoo Kei Siong.

Strategi melawan Kanker Payudara, menurutnya meliputi empat hal, yaitu; Pencegahan, Deteksi Dini, Pengurangan Kekambuhan dan Pengendalian Penyebaran Kanker (Metastasis).

“Penting diingat bahwa Kanker Payudara bukanlah vonis mati. Kabar baiknya adalah angka kematian pun secara umum semakin menurun dari tahun ke tahun. Kemajuan teknologi kedokteran kini juga mampu menawarkan berbagai pilihan yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk menghindari risiko kematian akibat Kanker Payudara,” terang Dr. Khoo Kei Siong.

Lebih jauh Dr Khoo Kei Siong juga menjelaskan Kanker Payudara menjadi mematikan karena pertumbuhan metastasis yang tidak dapat dikendalikan. Saat ini tersedia opsi Systemic Therapy yang mampu mengontrol metastasis, meningkatkan kualitas hidup dan memperpanjang kelangsungan hidup pasien.

“Intinya adalah mendapatkan penanganan  yang tepat sejak awal terdeteksi penyakit ini dan bersama kita bisa mengurangi kesedihan akibat penyakit ini di muka bumi,” ungkap Khoo Kei Siong. (one)

Komentar Anda

comments