Matematika Politik Pilkada Tangsel

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

Palapanews- Mengacu pada hitungan matematis perolehan suara partai pengusung masing-masing pasangan calon (paslon) Walikota-Wakil Walikota Tangsel, pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie bisa saja memenangi kontestasi Pilkada setempat 9 Desember nanti.

“Mungkin agak terlalu kekinian, tapi kalau dihitung secara matematis masing-masing partai pengusung calon, Airin-Ben berpotensi menang,” kata penggiat muda Nahdlatul Ulama (NU), Sonny Majid, Selasa (15/9/2015).

Perolehan partai pengusung petahana pada Pemilu Legislatif lalu, yakni Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dengan 41.025 suara, Partai Golkar 121.868 suara, Partai Amanat Nasional (PAN) 35.195 suara, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 33.693 suara, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 58.450 suara dan Partai NasDem 49.996 suara.

“Ini berarti total suara paslon Airin-Ben jika mengacu dari jumlah perolehan suara pada Pileg lalu, sudah mengantongi 390.227 suara,” ujarnya.

Lantas bagaimana dengan paslon Ikhsan-Li Claudia yang disokong Partai Gerindra dan Demokrat. Menurut dia, jika melihat perolehan suara, maka Ikhsan-Li Claudia memeroleh 113.974 suara, dengan penghitungan Partai Gerindra 79.844 suara dan Partai Demokrat 34.130 suara.

Kemudian paslon Arsid-Elvier mendapat dukungan 163.069 suara, yang diperoleh dari suara PDIP sebesar 113.298 suara ditambah suara dari Partai Hanura 49.771 suara. “Jika dirunut maka Airin-Ben unggul, sedangkan posisi kedua direbut paslon Arsid-Elvier,” jelasnya sambil mengemukakan, bahwa pasangan Ikhsan-Li Claudia hanya menang permainan pada tataran opini. Akan tetapi lemah di pertarungan perebutan suara.

“Wajar jika pasangan Ikhsan-Li Claudia mengandalkan “serangan udara” untuk menaikkan popularitas,” Sonny menambahkan.

Persaingan Airin dan Arsid sengit di tujuh kecamatan di Tangsel, jika lagi-lagi acuannya dari perolehan suara per kecamatan antara Partai Golkar dan PDIP. Hampir di setiap dapil Golkar dan PDIP sama kuat. PDIP unggul di Kecamatan Serpong, Setu, Serpong Utara dan Ciputat Timur. Di wilayah tersebut, kata Sonny Majid, PDIP mengantongi 50.225 suara dan Partai Golkar 34.329 suara.

Sedangkan untuk kecamatan dimana Partai Golkar unggul, yakni Pondok Aren, Ciputat dan Pamulang, partai berlambang pohon beringin tersebut meraup suara 87.539 suara dan PDIP 63.003 suara.

“Dari hitung-hitung itu, maka paslon Airin-Ben memang harus menjaga kesolidan suara khususnya dari partai di luar Golkar. Partai-partai itu memberikan pasokan suara signifikan,” jelas Sonny Majid yang kerap mengamati perkembangan Pilkada Tangsel ini.

Jika melihat karateristik partai pengusung Airin-Ben, tutur dia, punya tipikal pemilik suara solid. Tak terkecuali Partai NasDem, karena Benyamin Davnie bergabung menjadi kader. Perolehan suara paslon Airin-Ben bisa ditambah jika relawan yang digerakkan oleh partai dan non partai bergerak maksimal.

“Sekali lagi pilkada kali ini masih milik Airin dan Arsid,” tegasnya.

Terpisah, Ketua DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota Tangsel, Ahmad Fauzi meyakinkan dengan dukungan suara enam partai koalisi pengusung, maka persentasinya paslon Airin-Ben mencapai 58 persen.

“Kalau kalkulasi politik, kami optimis mencapai persentasi perolehan suara 58 persen,” tandasnya. Jumlah tersebut akan bertambah didukung suplai suara dari relawan yang dibangun oleh tim pemenangan di luar jalur parpol. (*/zar)

Komentar Anda

comments