Kantor Kejari Tangerang Didemo Ormas

oleh -
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)
Ilustrasi. (bbs)

Palapanews- Puluhan anggota salah satu ormas berbaju loreng menggeruduk Kantor Kejaksaan Negeri Tangerang di Jalan TMP Taruna, Kota Tangerang, Rabu (9/9/2015) siang. Aksi dipicu lantaran Kejari menangguhkan penahanan dua tersangka pembunuh seorang anggota ormas itu.

Perwakilan ormas, Ubay Permana mengatakan penyidik Polres Metro menilai berkas tersangka berinisial AZ dan IS yang juga anggota Front Betawi Rempug (FBR)ini dinilai sudah cukup untuk dilimpahkan (P21), tapi Kejaksaan menolaknya dengan alasan tidak ada saksi yang menguatkan.

“Kondisinya saat itu para pelaku mengeroyok korban Purnama Ramdhani dengan senjata tajam, sehingga para saksi ketakutan dan menghindar, tapi polisi berpendapat bahwa alat bukti yang dimiliki sudah cukup sehingga tidak ada alasan untuk menolak berkas dan menangguhkan penahanan tersangka,” tukasnya.

Karena itu, dia menuntut agar Kejaksaan segera menyidangkan tersangka demi menegakkan keadilan. Jika tersangka dilepas, pihaknya akan memberlakukan hukum rimba.

“Tidak menutup kemungkinan anggota kami akan melakukan pembalasan dengan mencari pelaku,” tandas Ubay.

Sementara itu Kakak korban, Rita Komalawati merasa kecewa dengan penangguhan penahanan tersangka. Ramdhani yang merupakan tulang punggung keluarga telah dibunuh dengan kejam oleh para pelaku.

“Ini menyangkut nyawa, adik saya dikeroyok dengan senjata tajam, dia menginggal karena 27 luka bacokan. Kalau tersangka dibebaskan, berarti ada unsur apa ini? Hukum harus ditegakkan, mereka harus dihukum seberat-beratnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, Purnama Ramdhani, tewas dikeroyok oleh anggota ormas lain saat sedang bersama pacarnya. Peristiwa itu terjadi di Perumahan Puri Beta II, Kecamatan Larangan, Kota Tangerang, Minggu 10 Mei 2015, sekira pukul 01.30 WIB. Pengeroyokan diduga karena pelaku menggunakan atribut tertentu.

Seperti diektahui, kedua ormas tersebut sering terlibat bentrokan di wilayah Ciledug dan Larangan. Meski keduanya telah sering didamaikan oleh pemerintah daerah dan kepolsiian, bentrokan masih kerap terjadi. (nai)

Komentar Anda

comments