Lepas Ego Sektoral Antar Birokrasi

oleh -

Arif WismansyahPalapa News – Ego sektoral menjadi budaya dalam dunia birokrasi, untuk memperlancar pembangunan, maka segala bentuk ego sektoral yang telah menjadi budaya pada birokrasi harus dihilangkan.

Hal ini disampaikan oleh Walikota Tangerang dalam sambutannya pada kegiatan Benchmarking Diklat PIM 4, Rabu (24/06) di Ruang Rapat Asisten Administrasi Umum, Pusat Pemerintah Kota Tangerang.

Menurut Walikota Tangerang, Arief R Wismansyah bahwa, daerah seyogyanya tidak akan mampu secara maksimal membangun potensi daerahnya bila tidak ada dukungan penuh dari pemerintah pusat. Untuk itu, apabila antara pemerintah daerah dengan pusat tidak ada sinergisitas yang terjalin, maka masyarakatlah yang akan jadi korban.

“Kami yang di daerah dengan bapak ibu yang dipusat disatukan oleh (bendera) merah putih, dan tujuan kita pun sama untuk kebahagiaan masyarakat juga.” ujar Arief R Wismansyah.

Arief menambahkan, bagaimana dirinya dan jajaranya kerap kali dibingungkan dalam mengambil kebijakan, karena adanya benturan antara kebutuhan di daerah dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah pusat.

” Kami di daerah butuh kepastian hukum, karena banyak aturan pemerintah pusat yang multitafsir yang dampaknya bisa menjebak kita yang didaerah.” jelas Arief.

Dirinya mencontohkan bagaimana penanggulangan masalah banjir di Ciledug masih meninggalkan pekerjaan rumah karena kebijakan pembebasan lahannya ada di pemerintah pusat.

” Satu sisi kita pemerintah daerah mau proyek kali angke cepat rampung, tapi kita gak bisa, karena pembebasan lahannya ada di tangan pusat,” katanya.

Sebelum mengakhiri sambutannya Walikota menyampaikan harapannya kepada seluruh peserta Diklat PIM, agar bisa membantu dirinya dan pemerintah Kota Tangerang dalam menjalin sinergisitas dengan kementerian pusat.

” Saya doakan diantara bapak ibu sekalian kedepannya ada yang menjadi Dirjen, syukur – syukur jadi menteri, tapi saya titip pesen untuk terus memperhatikan kami yang ada di daerah.” pungkasnya.

Sebagai informasi, peserta Benchmarking Diklatpim ini berjumlah 30 orang, mereka terdiri dari pejabat esselon 4 yang ada di beberapa Kementerian Pusat dan Departemen, diantaranya Kemenpan, dan BNPB.

Kota Tangerang dipilih sebagai satu tujuan diklat karena dianggap memiliki program unggulan yang dapat dijadikan contoh, salah satunya pelaporan keuangan berbasis akrual dan penilaian kinerja berbasis On Line.(nai)

Komentar Anda

comments