DBMSDA Gelar Kegiatan Singkronisasi Lahan di Wilayah Perbatasan

oleh -
Kepala DBMSDA Kota Tangsel, Retno Prawati.
Kepala DBMSDA Kota Tangsel, Retno Prawati.
Kepala DBMSDA Kota Tangsel, Retno Prawati.

DINAS Bina Marga dan Sumber Daya Air (DBMSDA) Kota Tangerang Selatan menggelar kegiatan sinkronisasi lahan Kebinamargaan dan Sumber Daya Air dengan wilayah perbatasan, Kota Jakarta Selatan. Kegiatan ini digelar untuk mensingkronkan program dua daerah dalam bidang Kebinamargaan dan Sumber Daya Air.

Beberapa poin yang menjadi pembahasan, antara lain sinkronisasi normalisasi Kali Pesanggrahan dan Kali Angke yang membelah dua wilayah tersebut, perbaikan infrastruktur jalan dan penamaan jalan perbatasan. Dalam waktu dekat, kedua daerah ini juga akan melakukan join survei, untuk mengetahui lebih jauh dan jelas terkait lahan-lahan perbatasan.

Kegiatan yang berlangsung pada 27 hingga 29 Mei 2015 tersebut diikuti Kepala Dinas, Kepala Bidang, Kepala Seksi dan staf di lingkungan DBMSDA Kota Tangerang Selatan serta Suku Dinas Tata Air Kota Jakarta Selatan. Pada kegiatan ini juga dihadiri perwakilan dari Balai Besar Wilayah Sungai Ciliwung Cisadane pada Kementerian Pekerjaan Umum.

Kepala Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kota Tangerang Selatan Retno Prawati dalam sambutannya mengatakan kegiatan itu diselenggarakan untuk meningkatkan koordinasi serta menciptakan kesepahaman yang sama dengan Pemkot Jakarta Selatan.  Hal ini untuk pengelolaan wilayah perbatasan demi mengakomodasi berbagai kepentingan, rencana sektor terkait, Peraturan serta berbagai hal yang perlu diketahui, dipedomani dan disepakati bersama.

“Kegiatan ini juga untuk sosialisasi peraturan dan ketentuan yang berlaku serta rencana pembangunan infrastruktur yang terkait dengan aset Kebinamargaan dan Sumber Daya Air di kawasan perbatasan. Kegiatan ini juga rutin dilaksanakan setiap tahun dengan wilayah-wilayah perbatasan Kota Tangerang Selatan” katanya.

Kata dia, dengan kegiatan ini, Pemkot Tangerang Selatan dengan Pemkot Jakarta Selatan dapat menginventarisasi dan identifikasi segala hal permasalahan terkait dengan lahan Kebinamargaan dan Sumber Daya Air.

“Kita melakukan monitoring dan pengecekan bersama di kawasan perbatasan. Guna mendapatkan gambaran mengenai rencana penbataan dan pembangunan infrastruktur yang terintegritasi, terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya.

Rapat koordinasi perbatasan DBMSDA Tangsel dengan Pemkot Jaksel.
Rapat koordinasi perbatasan DBMSDA Tangsel dengan Pemkot Jaksel.

Retno berharap dengan digelarnya kegiatan tersebut mendapatkan data dan informasi mengenai rencana pembangunan yang terkait dengan bidang kebinamargaan dan sumber daya air di wilayah perbatasan Kota Tangerang Selatan dengan Kota Jakarta Selatan.

“Kita harapkan digelarnya kegiatan ini mendapatkan identifikasi permasalahan yang timbul akibat kurangnya pengendalian pemanfaatan lahan di wilayah perbatasan,” ujarnya.

Selain itu, sambung Retno dapat tercapainya kesepahaman bersama dua wilayah dalam pengelolaan wilayah perbatasan yang terkait dengan kebinamargaan dan sumber daya air.

“Kita juga berharap terciptanya koordinasi yang baik dan proporsional mengenai rencana penanganan terhadap berbagai hal yang terkait dengan aset Kebinamargaan dan Sumber Daya Air yang terintegrasi, terpadu dan berkesinambungan,” pungkasnya.(adv)

Komentar Anda

comments