Puluhan Sopir Angkot R 07 Mogok Kerja

oleh -

Demo Supir Angkutan di KarawaciPalapa News- Puluhan sopir angkot R 07 jurusan Binong-Malabar melakukan aksi demonstrasi di jalan menuju arah Harapan Kita Perumahan Nasional, tepatnya di dekat Supermal Karawaci. Demonstrasi tersebut disebabkan ditutupnya jalan oleh pengembang Lippo Karawaci, Kamis (25/9/2014).

Diketahui para sopir angkot protes, dengan adanya penutupan jalan yang merupakan rute angkutan umum tersebut, mereka harus memutar jauh, sehingga para sopir tidak mendapatkan penumpang.

Salah satu sopir angkot, Kosim (45) mengatakan, penutupan akses jalan tersebut sudah terjadi sekitar dua bulan lalu. Salah satu persimpangan jalan menghubungkan lalu lintas dari Binong menuju Perumnas lewat jembatan Harkit dan menuju Islamic Village ditutup. Kendaraan diharuskan memutar melewati jalan lama di belakang rumah sakit Siloam.

“Akses jalan dari jembatan Harkit semula dua arah dan kini  menjadi satu arah. Jalannya jadi harus memutar jauh,” kata Kosim seraya mengatakan jika pihaknya pernah meminta kepada pengembang agar jalan tersebut untuk dibuka kembali, tetapi tidak ditanggapi. Karena itu, para sopir melakukan aksi lanjutan agar pihak Lippo memenuhi permintaan mereka.

“Ini aksi yang kedua, pertama jumlahnya sedikit sehingga tidak mendapat tanggapan. Sekarang aksi yang kedua mudah-mudahn ditanggapi,” ujarnya.

Kosim juga menjelaskan, akibat dari penutupan jalan itu, terjadi kemacetan panjang, juga penutunan omzet sewa yang sangat drastis. Setiap harinya bukan mendapat untung, tapi harus menombok uang setoran kepa pemilik angkot.

“Rugi kita, untuk bayar setoran aja susah. Setoran Rp 50 ribu tapi pendapatan kita cuma Rp 20-30 ribu. Kadang kalau kita lanjutin malah lebih parah nomboknya, lebih baik kita pilih tidak narik dan menombok setoran,” jelasnya.

Sementara itu, Head of Corporate Communication Lippo Karawaci, Danang Kemayan Jati menjelaskan,  “Dalam sehari, ada sekitar seratus lima puluh ribu orang dan kenderaan yang berkutat dikawasan Lippo. Kondisi itu tak urung memicu kemacetan. Makanya kami lakukan kajian yang berlanjut kepada pengalihan dan penutupan akses. Dan, hasilnya cukup berhasil,” ujar Danang.

Terkait aksi demo yang dilakukan kalangan supir angkot hari ini, Danang mengungkapkan, hal itu merupakan tindakan yang terkesan salah sasaran. Karena, yang dilakukan pihaknya justru demi kepentingan umum. Sebab, perubahan akses dilakukan Lippo diatas lahan milik sendiri (Lippo Karawaci), dan berada di titik yang berstatus sebagai Kawasan Tertib Lalu LIntas (KTL).

“Saat demo tadi para supir mengeluhkan penghasilan mereka berkurang. Itu bukan karena pengalihan dan penutupan akses, tapi lebih kepada tumpang tindih trayek. Harusnya, persoalan ini disampaikan kepada Organda dan Dishub,” jelasnya.(er)

Komentar Anda

comments