Upaya Promosi Mp3EI Di Negeri Sakura

oleh -
Pemerhati Sosial dan Alumni IISIP Jakarta

Menko Perekonomian Hatta Rajasa pada saat melakukan pertemuan Indonesia-Japan Joint Economic Forum (IJ-JEF) di Gedung Keidanren, Tokyo, Jepang, Senin (8/10/2012). Memberikan pujian kepada pemerintah Jepang yang diwakili Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yukio Edano.

Selama ini, pemerintah Indonesia secara massif terus meningkatkan hubungan dagang dan investasi dengan Jepang, khususnya untuk pengembangan infrastruktur. Pertemuan bilateral dua negara yang tergabung IJ-JEF itu juga dimaksudkan untuk mengidentifikasi dan  mencari solusi atas permasalahan-permasalahan yang timbul dalam pelaksanaan kerjasama perekonimian kedua negara.

Pada kesempatan memberikan pernyataan, secara tegas Hatta menyatakan keinginannya menggaet investor Jepang agar berinvestasi di Indonesia untuk program MP3EI hingga 2025. Respon positif pun disampaikan Edano dalam kesempatan yang sama, dirinya dengan tegas menyatakan kesiapannya untuk berinvestasi di Indonesia, khususnya untuk perbaikan sistem jaringan distribusi perdagangan di Indonesia.

Hubungan bilateral antar ke dua negara ini, menurut penilaian penulis, bukan hanya sebatas dalam hubungan ekonomi semata.  Bagi Indonesia, Jepang merupakan negara mitra dagang terbesar dalam hal ekspor-impor Indonesia. Ekspor Indonesia ke Jepang bernilai US$ 23.6 milyar (statistic Pemerintah RI), sedangkan impor Indonesia dari Jepang adalah US$ 6.5 milyar sehingga bagi Jepang mengalami surplus besar impor dari Indonesia.

Volume perdagangan antara Indonesia – Jepang pada periode Januari-Juli 2012 sebesar US$ 32,50 miliar atau meningkat 6,35%, dibandingkan periode yang sama pada tahun 2011 yaitu sebesar US$ 30,56 miliar. Dari catatan Kemenko Perekonomian, total investasi Jepang di Indonesia pada 2011 lalu mencapai USD 1,5 milyar yang menjangkau 468 proyek.

Namun, periode  Januari-Maret 2012, investasi Jepang di Indonesia sudah mencapai angkai  USD 2,86 milyar untuk 870 proyek. Jepang juga tercatat sebagai kreditur utang terbesar di Indonesia. Dimana 45,4% dari seluruh total utang RI. Total utang pemerintah Indonesia hingga Agustus 2012 mencapai Rp 1.957,2 triliun. Sampai akhir tahun ini, utang pemerintah diperkirakan Rp 1.989,92 triliun, atau nyaris Rp 2.000 triliun.

Meski sejarah mencatat, Indonesia pernah mengalami penjajahan yang dilakukan oleh Jepang, bukan berarti hingga saat ini antar kedua negara menyimpan dendam yang membara.  Dibukanya jalur diplomasi kedua negara pada bulan April 1958 yang ditandai penandatanganan perjanjian perdamaian antara Jepang dan Republik Indonesia menjadi titik awal hubungan bilateral.

Tak mengherankan saat ini, bukan hanya sebatas kerjasama dibidang infrastruktur yang dijadikan andalan kedua negara dalam membina peningkatan ekonomi kedua negara.  Komoditi non-migas Indonesia telah menjadi penopang utama bagi negeri sakura. Sekitar 50 komoditi non-migas yang telah memasuki pasar ekonomi Jepang. Komoditi tersebut,  berasal dari Indonesia baik itu beruoa hasil perikanan, souvenir, maupun hasil pertanian seperti kopi, teh, coklat dan rempah-rempah.

Terkait peningkatan kerjasama bilateral Indonesia-Jepang, dalam kunjungan ke Jepang Menteri Koordinator Perekonomian Hatta RajasaHatta menyebutkan kerja sama ekonomi dengan Jepang memiliki peran yang penting bagi perkembangan Indonesia, khususnya kerja sama dalam program Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) dan Metropolitan Priority Area (MPA).

Keberadaan Indonesia bagi Jepang, bagaikan mata rantai yang tak bisa dipisahkan. Tak mengherankan Pemerintah Jepang memberikan apresiasi yang positif terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia dengan mengatakan bahwa investasi Jepang di kawasan Asia Tenggara, khususnya Indonesia telah mengalami peningkatan yang cukup fantastis dan Indonesia dipandang sebagai  negara besar dalam hal perekonomian di kawasan Asia Tenggara.

Pernyataan ini tidaklah berlebihan jika dilihat dari realitas yang ada. Pencapaian kinerja ekonomi Indonesia selama beberapa tahun ini bergerak di luar dugaan banyak kalangan. Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan II 2012 tercatat 6,4 persen atau naik dibandingkan dengan triwulan yang sama 2011 sebesar 6,3 persen.

Dengan PDB atas dasar harga berlaku pada triwulan II 2012 yang mencapai Rp2.050,1 triliun dan PDB perkapita yang mencapai USD3.542,9 di 2011, Indonesia dikelompokkan sebagai negara berpenghasilan menengah (middle income countries).

Untuk ukuran Indonesia dengan ekonomi US$ 850 ribu pertumbuhan 6,4% tergolong tinggi. Pencapaian pertumbuhan ini, merupakan pencapaian tertinggi sejak negara ini berdiri.

Program MP3EI yang ditawarkan kepada Jepang menurut penilaian penulis, berisikan sejumlah terobosan aksi pengembangan aktivitas ekonomi yang cukup kongrit. Dalam rentang waktu tahun 2011-2025 diperkirakan Indonesia akan mampu mengarahkan kemajuan yang lebih signifikan, terhadap pola pertumbuhan perekonomian yang bisa dikatakan menjadi salah satu kekuatan dunia terhadap perekonomian.

Ketertarikan Jepang terhadap apa yang ditawarkan pemerintah Indonesia bisa jadi sebagai modal Jepang dalam membangun masa depan. Keadaan inilah yang menjadi pemicu bagi investor untuk berinvestasi di Indonesia.

Pada akhirnya penulis menyimpulkan, Klaim peningkatan pertumbuhan perekonomian Indonesia yang diakui oleh Jepang, membawa angin segar bagi peningkatan Investasi Jepang di tanah air. Hal ini ditandai dengan adanya ketertarikan investor Jepang untuk meningkatkan perbaikan sistem jaringan distribusi perdagangan di Indonesia melalui program MP3EI hingga 2025, serta adanya pujian yang diberikan Pemerintah Jepang yang diwakili Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Yukio Edano.(***)

Komentar Anda

comments