Tarif Kereta Naik, Penumpang Resah

oleh -
Ilustrasi Kereta.
Ilustrasi Kereta.

SERPONG- Sejumlah pengguna Kereta Api Listrik (KRL) Line Jabodetabek menuju Tanah Abang mengeluhkan rencana kenaikan tarif yang dikeluarkan PT Kereta Api Commuter Jabodetabek (KCJ). Kenaikan rencananya akan diberlakukan mulai 1 Oktober 2012 mendatang.

Adapun kenaikan ini diberlakukan pada transit Serpong-Tanah Abang dan Parung Pajang-Tanah Abang yang semula Rp 6 ribu naik menjadi Rp 7 ribu hingga Rp 7.500 per penumpang.

Sejumlah penumpang menilai kebijakan ini tidak berpihak pada masyarakat kecil. Selain itu, fasilitas dan masih kurangnya jam transit yang selama ini dinikmati dengan jumlah penumpang yang ada.

Warga Rawa Buntu, Serpong, Sri Warni, mengatakan, bila pemerintah jadi menaikkan tarif kereta harusnya dibarengi dengan fasilitas. Apalagi saat ini, KRL jurusan Serpong-Tanah Abang jumlah transitnya masih sangat minim.

“Pelayanan belum maksimal, jangan hanya mau menaikan tarif saja,” ungkapnya, saat ditemui stasiun Rawa Buntu, Rabu (04/07/2012).

Sri mengaku keberatan lantaran setiap harinya pergi-pulang dari stasiun Rawa Buntu Cisauk-Tanah Abang dengan tarif saat ini saja sudah memberatkan. Lantaran pendapatannya hnaya pas-pasan.

“Saat ini sudah pas-pasan, apalagi nanti setelah dinaikkan,” ucapnya.

Kepala Stasiun Serpong Sucahyo, membenarkan adanya kenaikkan tarif KA. Rencananya kenaikan ini akan disosialisasikan sebelum 1 Oktober 2012.

“Kenaikan ini merupakan instruksi dari pusat. Penumpang tidak akan menolak sebab kenaikan diimbangi palayanan yang lebih baik,” terangnya.

Menurutnya, penambahahan fasilitas itu meliputi AC untuk kenyamanan dan kereta tambahan. Selain itu, pihaknya akan menambah lima KRL. Saat ini 10 KRL yang sudah beroperasi. “KRL bakal kita tambah 15 sampai 20 kereta,” katanya.

Penambahan KRL, sambung Sucahyo, tidak akan berdampak pada pengurangan kereta ekonomi. Jika memungkinkan diberlakukan pengurangan, maka rencana itu akan dilakukan. Namun sebaliknya, jika KA ekonomi masih dibutuhkan, maka kereta ekonomi itu akan tetap dipertahankan.

“Semua melihat situasi dan kondisi, jika memungkinkan akan dikurangi, jika tidak akan tetap dipertahankan,” terangnya.(kie)

Komentar Anda

comments