Palapanews.com- Tepat tanggal 22 Maret seluruh dunia merayakan Hari Air, termasuk Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang merayakan hari air di Situ Pondok Jagung, Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Sekretaris Dirjen SDA Kementerian PUPR Muhamad Arsyadi mengatakan bahwa perayaan Hari Air Dunia yang ke-26 ini mengangkat tema Lestarikan Alam Untuk Air. Untuk itu dalam kegiatan tersebut dilakukan penanaman pohon, pemanenan air hujan dan lomba menggambar.
“Peringatan hari air dunia dilaksanakan dalam rangka untuk mengingatkan dan menyadarkan kita semua betapa pentingnya air untuk kehidupan di muka bumi ini. Diharapkan kita dapat lebih peduli untuk melestarikan alam,” katanya.
Banyak tantangan yang dihadapi saat ini dalam permasalahan air. Dimana kelangkaan air bersih berdampak pada populasi manusia yang cepat. Perubahan iklim juga salah satu tantangan, dan panjangnya masa musim kemarau akan berdampak pada kekeringan.
“Untuk menjawab tantangan tersebut Kementrian PUPR melalui Direktorat SDA berupaya untuk melakukan peningkatan pemenuhan kebutuhan air baku untuk air bersih,” ungkapnya.
Sesuai dengan tema dari peringatan ini, Arsyadi ingin menegaskan bahwa pemecahan masalah untuk air tidak dapat diselesaikan hanya oleh pemerintah melalui infrastruktur seperti bendungan, waduk dan lainnya.
“Tetapi untuk mengatasi tersebut perlu adanya partisipasi masyarakat, akademisi, mahasiswa, pihak swasta dan seluruh masyarakat untuk menjaga dan melestarikan alam sehingga dapat meminimalisir,” ungkapnya.
Sementara, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany mengatakan bahwa peringatan hari air dunia memberikan kesempatan kepada kita untuk mengetahui isu-isu dan informasi yang berhubungan dengan air.
“Sehingga menginspirasi kita untuk menyebarluaskannya, melakukan aksi-aksi untuk membuat perbaikan dalam pengelolaan sumber daya air dalam kehidupan kita sehari-hari dan meningkatkan kesadaran serta kepedulian masyarakat dunia terhadap pentingnya air bagi kehidupan,” katanya.
Hari air dunia merupakan perayaan tahunan yang dilakukan untuk kembali menarik perhatian publik akan pentingnya air dan pentingnya menjaga kualitas dan kuantitas air bagi kehidupan. Untuk itu kita dituntut untuk lebih bijak dalam mengelola air guna menjamin ketersediaannya di masa yang akan datang. (hms/one)
