Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang mengerahkan sekitar 600 petugas dalam Apel Siaga Gerakan Nasional Indonesia Asri yang dilaksanakan di sejumlah wilayah Kota Tangerang, Rabu (7/10/2026).
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang Yudi Pradana mengatakan, ratusan petugas tersebut diturunkan untuk membersihkan sejumlah ruang publik, jalan dan saluran.
Selain DLH, kegiatan melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD), antara lain Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Perumahan dan Permukiman, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
“Target kita yang pertama hari ini melakukan, seperti yang disampaikan Pak Wali, mengajak masyarakat untuk membersihkan area-area ruang terbuka publik, jalan, saluran,” ujar Yudi.
Petugas dibagi menjadi tiga tim yang menyasar wilayah Barat, Timur dan Tengah Kota Tangerang.
Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut Gerakan Nasional Indonesia Asri yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto. Ia meminta camat dan lurah menggerakkan masyarakat melalui RT dan RW untuk menjaga kebersihan lingkungan.
Menurut Sachrudin, upaya tersebut tidak hanya dilakukan melalui kegiatan bersih-bersih, tetapi juga perlu disertai pengelolaan sampah dari tingkat rumah tangga.
“Kalau semua masyarakat, keluarga masing-masing, lingkungan masing-masing bisa melakukan pemilahan sampah, ini mudah-mudahan bisa kita atasi semuanya,” katanya.
Ia meminta masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya dan tidak membuang sampah sembarangan. Sachrudin juga menegaskan tidak boleh ada tempat pembuangan sampah (TPS) liar di Kota Tangerang.
“Enggak boleh ada TPS liar di kota ini,” tegasnya.
Sachrudin juga meminta camat dan lurah menggerakkan kerja bakti melalui lingkungan RT dan RW. Pedagang kaki lima (PKL) juga diminta ikut menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan tempat mereka beraktivitas.
Yudi mengatakan kegiatan tersebut diharapkan menjadi pemantik agar masyarakat ikut menjaga kebersihan lingkungan secara mandiri setelah kegiatan pembersihan oleh petugas pemerintah selesai.
“Ini kita harapkan menjadi pemantik untuk masyarakat agar ikut membersihkan dan menjaga lingkungan masing-masing,” ujarnya. (ydh)
