Wisuda XXXI 2026 Universitas Multimedia Nusantara Digelar Dua Sesi

Cetak Lulusan Future Ready Graduate yang Adaptif

Palapanews.com – Universita Multimedia Nusantara (UMN) kembali menggelar wisuda pada Sabtu, 3 Oktober 2026 di ICE BSD City. UMN meluluskan sebanyak 1.608 mahasiswa di Wisuda ke-31.

Momentum ini menjadi pijakan penting bagi para lulusan untuk melangkah ke dunia profesional serta siap memberikan kontribusi nyata di era perubahan yang dinamis.

Gelaran Wisuda XXXI UMN menjadi awal mula bagi para alumni untuk melangkah ke ranah profesional dan memberikan karya terbaiknya. Di era dinamika global yang terakselerasi oleh kemajuan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), para lulusan tak sekadar mengandalkan keahlian teknis spesifik, melainkan juga dituntut responsif serta terus mengasah kapabilitas secara berkelanjutan.

Menurut Dr. Andrey Andoko, M.Sc., Rektor UMN, kelulusan adalah titik awal penting bagi mahasiswa dalam memulai karier dan memberikan karya terbaik. Ia menyampaikan bahwa para alumni memiliki kesempatan luas untuk berpartisipasi di dunia profesional maupun melangkah ke dunia usaha, baik sebagai entrepreneur ataupun self-preneur.

Andrey mengungkapkan, “Penguasaan ilmu dan kompetensi yang telah Anda raih menjadi bekal utama untuk mulai merintis karier dan menghadirkan karya nyata bagi masa depan.”

“Pencapaian ini sangat berarti bagi Anda yang telah terserap di dunia kerja di tengah dinamika perekonomian nasional maupun global. Begitu pula bagi yang memilih jalur wirausaha, peran Anda sangat berharga dalam membangkitkan ekonomi Indonesia melalui pembukaan lapangan kerja baru,” ucap Andrey.

Transformasi Dunia Kerja oleh AI: Pentingnya Keahlian Beyond AI bagi Lulusan

Tantangan utama yang dihadapi oleh para lulusan saat ini adalah pesatnya perkembangan teknologi, terutama kecerdasan buatan (AI). Menurut Andrey, penguasaan terhadap AI bakal bertransformasi menjadi kualifikasi dasar yang kian krusial dalam dunia kerja, sekalipun kemajuan implementasinya di ranah industri nasional masih terus berjalan.

Lebih lanjut, beliau mengungkapkan bahwa arah perkembangan kecerdasan buatan akan melampaui peran dasarnya sebagai sarana pendorong efisiensi manusia. Industri kerja bakal bergeser ke fase co-existence, situasi di mana tenaga kerja manusia berkolaborasi secara langsung dengan sistem kecerdasan buatan serta robotik canggih.

“Bila sebelumnya AI dimanfaatkan sebatas sarana pendukung efisiensi dan co-creation, mendatang kita bertransisi ke era co-existence—masa di mana manusia berdampingan dan berkolaborasi langsung dengan robot pintar,” terangnya.

Di samping keahlian teknis pada bidang keilmuan masing-masing, para lulusan juga wajib mengasah kemampuan mendasar manusia (human skills). Penguasaan kecerdasan buatan belakangan tidak lagi mencukupi tanpa adanya pemikiran kritis (critical thinking), kemampuan berkomunikasi (communication), dan kolaborasi (collaboration)—berbagai kompetensi krusial yang melampaui batasan kemampuan teknologi (beyond AI).

Karakter yang baik turut ditegaskan oleh Andrey sebagai elemen krusial dalam menunjang kesiapan lulusan di ranah profesional. Pembentukan karakter ini berakar pada penanaman nilai-nilai 5C UMN—yakni Caring, Credible, Competence, Competitive, serta Customer Delight—sepanjang proses akademik mahasiswa di UMN.

Mewujudkan Future-Ready Graduate lewat Komitmen Lifelong Learning

Lebih dari sekadar bekal akademik dari bangku kuliah, kesiapan menyongsong masa depan amat bergantung pada kemampuan beradaptasi. Dinamika dan pergeseran tuntutan industri menuntut setiap individu untuk secara berkelanjutan memperbarui serta mengembangkan keterampilan yang dimilikinya.

Andrey merujuk pada laporan World Economic Forum ketika menegaskan bahwa masa pakai suatu keterampilan kini umumnya berada di bawah lima tahun, terutama di bidang teknologi tinggi yang perubahannya berlangsung lebih pesat. Oleh karena itu, para lulusan dituntut memiliki daya adaptasi yang tinggi serta kapasitas untuk senantiasa memperbarui pemahaman mereka.

“Penting bagi kita untuk menyadari bahwa keahlian yang dimiliki saat ini bisa jadi tidak lagi relevan dalam beberapa tahun mendatang. Oleh sebab itu, bersikap adaptif dan lincah (agile) adalah sebuah keharusan. Kita dituntut untuk terus memperbarui diri dan belajar kembali, sehingga memiliki pola pikir pembelajar sepanjang hayat (life-long learning) menjadi hal yang sangat mutlak,” tegas Andrey.

Guna memfasilitasi penyesuaian terhadap perkembangan zaman, para lulusan juga wajib untuk senantiasa mengasah kemampuan learn, unlearn, serta relearn—sebuah proses untuk meninggalkan keahlian yang usang dan secara proaktif mengadopsi kompetensi baru yang relevan.

Inisiatif ini merupakan wujud komitmen UMN dalam mendidik future-ready graduates—yaitu para lulusan yang tidak hanya siap terserap di pasar kerja masa kini, tetapi juga tangguh dan responsif dalam mengantisipasi dinamika perubahan di masa depan.

Penguatan Tingkat Employability dan Internasionalisasi

Guna memfasilitasi kesiapan para lulusan, UMN senantiasa memperkokoh kemitraan strategis bersama sektor industri nasional maupun internasional. Sinergi ini merupakan langkah nyata UMN dalam mengoptimalkan daya serap tenaga kerja sekaligus menjamin kualifikasi para alumni tetap selaras dengan tuntutan kualifikasi profesional.

Selain itu, sebagai wujud komitmen menuju World Class University, UMN secara konsisten mengukuhkan reputasinya di kancah global. Langkah internasionalisasi ini direalisasikan melalui pertukaran dosen (lecture exchange), pertukaran mahasiswa (student exchange), program visiting professor, serta kemitraan riset dan publikasi ilmiah bersama universitas mancanegara.

Berbagai prestasi internasional UMN turut memperkuat keberhasilan langkah tersebut. Sepanjang tahun 2025, UMN sukses menempati posisi 126 secara global pada UI GreenMetric World University Ranking. Selain itu, UMN berhasil mengamankan predikat 5 Stars (Excellent) dalam QS Rating System untuk ranah teaching, employability, online learning, dan inclusiveness.

Posisi UMN juga kian kukuh di tingkat regional dengan berhasil menembus Top 500 Asia sekaligus Top 100 Asia Tenggara pada pemeringkatan QS World University Rankings.

Di samping itu, UMN berhasil menembus jajaran 151–200 besar dunia untuk kategori Art & Design berdasarkan QS World University Rankings by Subject. Komitmennya pada keberlanjutan juga tercermin dari raihan peringkat 801 global dalam Times Higher Education (THE) Impact Rankings.

Seluruh inisiatif ini mencerminkan dedikasi UMN dalam menghadirkan pendidikan berkualitas tinggi guna melahirkan lulusan yang adaptif, siap berkontribusi bagi Indonesia, dan sanggup bersaing di ranah global.

Harapan UMN lewat penyelenggaraan Wisuda XXXI ini adalah agar para lulusan mampu mengaplikasikan kualifikasi serta nilai-nilai dasar yang dibentuk selama kuliah, sehingga terus tumbuh secara berkelanjutan di ranah profesional sekaligus memberi sumbangsih nyata melalui sektor kewirausahaan.

“Besar harapan kami agar para alumni tumbuh menjadi pribadi yang adaptif, berjiwa pembelajar gigih, serta senantiasa siap menjawab tantangan zaman. Tampil sebagai future-ready graduates, berkontribusi bagi kemajuan Indonesia, dan mampu bersaing unggul di kancah global,” tutup Andrey. (rls/bd)