Sachrudin Buka Suara Soal Dana Jaspel di RSUD Belum Cair, Klaim karena Masalah Administrasi

Palapanews.com– Wali Kota Tangerang, Sachrudin akhirnya buka suara terkait adanya dugaan belum dibayarkannya dana jasa pelayanan (jaspel) tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Tangerang.

Jaspel, kata Sachrudin merupakan hak pegawai yang harus diberikan karena sudah ada aturannya. Untuk itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang dalam menjalankan tugasnya harus sesuai prosedur yang berlaku. Dan, jika dilihat keterlambatan pembayaran dana jaspel karena masalah admonistrasi.

“Keterlambatan ini karena masalah administrasi. Sebab, anggaran atau dana yang dikeluarkan harus penuh kehati-hatian walaupun itu hak orang lain (pegawai),” terang Sachrudin usai mengahadiri acara Hari Anak Nasional di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Rabu, 23 Juli 2025.

Sachrudin berkata, untuk mencegah hal ini terulang lagi tentunya dibutuhkan koordinasi semua pihak karena ini berkaitan dengan pelayanan. “Koordinasi sangat dibutuhkan,” ucapnya secara singkat.

Ketika ditanya apakah ada teguran bagi pejabat, Sachrudin menegaskan, semua pejabat di RSUD maupun Dinas Kesehatan dan semua pegawai agar dapat menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik.

“Tujuannya adalah agar pelayanan berjalan dengan baik dan cepat, dan yang paling utama adalah pelayanan masyarakat tidak tersendat serta perekonomian juga berjalan dengan baik,” jelasnya.

Diketahui, tenaga kesehatan di rumah sakit daerah pada umumnya menerima dana jasa pelayanan. Dana ini merupakan bentuk apresiasi atas pelayanan yang diberikan kepada pasien dan bersumber dari berbagai sumber,

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang, Herman Suwarman ketika ditanya soal dugaan belum dibayarkannya jasa pelayanan terlihat sangat gugup untuk menjawab, dan kerap dibantu oleh Kepala Dinas Kesehatan yang berada disampingnya usai menghadiri salah satu kegiatan yang berlokasi di Ruang Al Amanan Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Selasa, 22 Juli 2025.

“Saya kira”, ucap Herman dan disambut langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan, Dinni Anggraeni.

“Masa?, nanti ditanya deh ke Direkturnya, nanti dicek dulu ke pak Dirnya,” kata Dinni.

“Biasanya lancar,” terang Herman.

“Kalau pun belum, mungkin belum teranggarkan karena BLUD kan sesuai dengan pendapatan, jasa pelayanan sesuai dengan pendapatan BLUD (pendapatan rumah sakitnya), karena ada operasional yangharus dipikirkan,” papar Dinni.(ydh)