Jadi Legacy Pemuda, KNPI Kota Tangerang Luncurkan Buku Antologi Puisi Orang Tangerang

Palapanews.com- Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Tangerang meluncurkan buku antologi puisi Orang Tangerang sebagai bentuk kontribusi nyata pemuda dalam mengembangkan budaya literasi, sastra, dan pelestarian budaya lokal.

Ketua DPD KNPI Kota Tangerang, Dede Maulana Paisal, mengatakan peluncuran buku tersebut menjadi salah satu bukti konkret keberadaan dan kontribusi pemuda bagi masyarakat, khususnya generasi muda dan pelajar di Kota Tangerang.

Menurutnya, penerbitan buku antologi puisi tersebut merupakan bagian dari program KNPI untuk memberikan ruang kreativitas sekaligus mendorong generasi muda agar terus berkarya melalui sastra dan budaya.

“Pertama, dalam kepengurusan KNPI ini kami ingin memberikan program kepada masyarakat Kota Tangerang, khususnya sebagai bukti konkret keberadaan para pemuda, terutama adik-adik siswa-siswi yang ada di Kota Tangerang,” ujar Dede Maulana Paisal.

Ia menjelaskan, peluncuran buku antologi puisi Orang Tangerang juga menjadi bagian dari upaya KNPI dalam memperkuat kegiatan literasi dan mengenalkan kekayaan budaya yang dimiliki Kota Tangerang.

Dede menilai buku tersebut bukan sekadar kumpulan karya sastra, melainkan juga menjadi warisan atau legacy kepemudaan yang dapat memberikan inspirasi bagi generasi berikutnya.

“Ini adalah salah satu legacy bagi kami. Kami meyakini bahwa dengan adanya buku antologi puisi Orang Tangerang, ini menjadi kebanggaan kita semua,” katanya.

Ia menegaskan, peran KNPI adalah menyediakan ruang, sarana, dan kesempatan bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi serta kreativitasnya. Ke depan, karya tersebut diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi sekaligus inspirasi bagi anak-anak muda yang akan menjadi pemimpin masa depan.

“Saya sebagai ketua hanya mengantarkan dan memberikan sarana. Ke depan, ini bisa menjadi evaluasi bagi adik-adik generasi muda yang nantinya menjadi pemimpin,” tambahnya.

Rangkaian Bulan Pemuda, KNPI Siapkan Berbagai Kegiatan

Selain peluncuran buku, DPD KNPI Kota Tangerang juga menyiapkan sejumlah agenda dalam rangka memperingati Bulan Pemuda dan menyambut Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober.

Dede mengungkapkan, rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk mewadahi minat, bakat, kreativitas, serta semangat kebersamaan generasi muda di Kota Tangerang.

Pada 22–23 Oktober 2026, KNPI akan menggelar turnamen futsal yang diikuti 32 tim. Selain itu, turnamen Mobile Legends juga disiapkan sebagai wadah kompetisi bagi generasi muda, khususnya kalangan Gen Z, dengan sekitar 20 tim yang telah mendaftar.

“Kami akan melaksanakan kegiatan perlombaan, salah satunya futsal. Pendaftaran sudah terisi kurang lebih 32 tim yang nantinya akan bertanding pada 22 dan 23 Oktober,” jelasnya.

Tak hanya olahraga dan e-sports, KNPI juga merencanakan kegiatan Color Run pada 24 Oktober 2026. Kegiatan tersebut akan dirangkaikan dengan konser musik yang direncanakan berlangsung di Stadion Benteng Reborn, Kota Tangerang.

Sementara itu, puncak peringatan Hari Sumpah Pemuda akan diisi dengan Apel Pemuda pada 28 Oktober 2026 di Lapangan Ahmad Yani, Kota Tangerang.

Dede berharap seluruh rangkaian kegiatan tersebut dapat memperkuat peran KNPI sebagai rumah bersama bagi organisasi kepemudaan sekaligus menjadi ruang kolaborasi bagi anak-anak muda untuk berkontribusi kepada masyarakat.

“Ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan bagaimana KNPI sebagai rumah pemuda menyelenggarakan bakti kita sebagai pemuda dalam rangkaian Hari Sumpah Pemuda,” tuturnya.

Di akhir sambutannya, Dede menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penerbitan buku antologi puisi Orang Tangerang, khususnya Sekretaris DPD KNPI Kota Tangerang yang telah menginisiasi penerbitan karya tersebut.

Ia berharap karya sastra dan berbagai program kepemudaan yang digagas KNPI dapat terus berkembang, sekaligus mendorong lahirnya generasi muda Kota Tangerang yang kreatif, berbudaya, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan sosialnya.

Trip Umiuki Dorong Sastra Kembali ke Sekolah

Sementara itu, penulis Trip Umiuki mengapresiasi langkah DPD KNPI Kota Tangerang yang menghadirkan program kelas sastra dan menerbitkan buku antologi puisi Orang Tangerang. Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah awal untuk membangkitkan kembali dunia sastra di Kota Tangerang, khususnya di kalangan generasi muda.

“Saya selalu optimistis bahwa dunia sastra ini bisa dikembalikan ke masa kejayaannya. Tapi memang harus dengan kerja keras. Karena itu, saya benar-benar mengapresiasi apa yang sudah dilakukan oleh KNPI. Mudah-mudahan ini menjadi langkah awal,” ujar Trip Umiuki.

Ia menilai momentum peluncuran buku tersebut terasa istimewa karena berlangsung pada Oktober, yang dikenal sebagai Bulan Bahasa sekaligus bertepatan dengan rangkaian peringatan Bulan Pemuda.

Menurutnya, salah satu upaya strategis untuk menghidupkan kembali tradisi sastra adalah memperkuat hubungan dengan sekolah-sekolah. Lingkungan pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam menumbuhkan minat membaca, menulis, dan berkarya sejak dini.

“Dari kelas sastra ini, mudah-mudahan kami bisa berhubungan langsung lagi dengan sekolah-sekolah. Karena dunia sastra yang paling dekat itu memang dari sekolah. Harapan kami, sastra benar-benar bisa kembali masuk ke sekolah-sekolah,” ungkapnya.

Trip Umiuki menegaskan dirinya akan terus mendorong anak-anak muda agar berani menghasilkan karya sastra. Salah satu langkah sederhana yang menurutnya bisa dilakukan sekolah adalah menghidupkan kembali majalah dinding (mading) sebagai media publikasi karya siswa.

“Yang paling murah itu majalah dinding. Sekarang membuat majalah dinding sudah jauh lebih mudah. Kalau sekolahnya memiliki fasilitas yang memadai, bisa dikembangkan menjadi buletin atau majalah sekolah. Itu akan lebih luar biasa untuk membangkitkan semangat siswa menulis,” jelasnya.

Ia juga menyoroti tantangan perkembangan teknologi digital, termasuk penggunaan telepon pintar dan kecerdasan buatan (AI), yang semakin dekat dengan kehidupan pelajar. Menurutnya, perkembangan teknologi tersebut perlu diimbangi dengan pendampingan guru agar tidak menghilangkan kreativitas dan semangat siswa dalam menghasilkan karya orisinal.

“Itu tantangan terberat, bukan hanya HP, tetapi juga AI. Karena itu, peran guru sangat penting untuk mengarahkan. Saya sangat berharap bisa bertemu dengan guru-guru agar kita bersama-sama mendorong anak-anak kembali berkarya,” tuturnya.

Ia berharap program kelas sastra yang diinisiasi KNPI Kota Tangerang dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lebih luas antara komunitas sastra, pemuda, dan institusi pendidikan. Dengan demikian, semakin banyak pelajar yang mendapatkan ruang untuk mengekspresikan gagasan, mengembangkan kreativitas, serta menghasilkan karya yang dapat dibaca dan diapresiasi masyarakat. (ydh)