Tangsel Targetkan 109 Pos Gizi Tersebar di Seluruh Wilayah pada 2029

Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus mengembangkan Pos Gizi sebagai salah satu upaya penanganan stunting berbasis masyarakat. Hingga 2029, Pemkot Tangsel menargetkan 109 Pos Gizi tersebar di seluruh wilayah.

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan mengatakan, Pos Gizi menjadi wadah edukasi, pemberian makanan bergizi tambahan, serta pendampingan bagi ibu hamil, ibu menyusui dan balita, khususnya dalam periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).

Menurut Pilar, pemenuhan gizi pada periode tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak, termasuk perkembangan otak, pertumbuhan fisik dan daya tahan tubuh.

“Pos Gizi bukan hanya tempat pemberian makanan tambahan, tetapi juga menjadi ruang edukasi bagi para ibu mengenai pentingnya pemenuhan gizi serta menjadi tempat yang aman bagi anak untuk bermain dan tumbuh,” ujar Pilar.

Program Pos Gizi di Tangsel telah berjalan sejak 2023. Pemkot menargetkan setiap kecamatan memiliki sedikitnya dua Pos Gizi yang didukung kader kesehatan.

Dalam pelaksanaannya, makanan bergizi tambahan disiapkan melalui kerja sama dengan pelaku UMKM lokal yang telah memenuhi kualifikasi. Menu yang diberikan mendapat pengawasan dari ahli gizi Dinas Kesehatan Kota Tangsel untuk memastikan kesesuaiannya dengan kebutuhan gizi sasaran.

Program tersebut menyasar masyarakat dengan kondisi ekonomi rendah yang membutuhkan dukungan dalam pemenuhan kebutuhan gizi ibu dan anak.

Pilar yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tangsel mengatakan, pemerintah terus melakukan berbagai intervensi untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian penanganan stunting.

“Alhamdulillah, angka prevalensi stunting di Tangerang Selatan menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, capaian ini tidak membuat kita berhenti. Pemerintah akan terus memperkuat program agar kualitas sumber daya manusia Tangsel semakin sehat, unggul, dan berdaya saing,” katanya.

Selain pemberian makanan bergizi tambahan, Pos Gizi juga menjadi tempat edukasi bagi masyarakat mengenai pola asuh dan pemenuhan gizi. Anak-anak juga mendapatkan ruang bermain yang aman.

Target 109 Pos Gizi hingga 2029 tersebut membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari kader kesehatan, tokoh masyarakat dan lingkungan, pelaku UMKM hingga masyarakat.

Pilar mengapresiasi peran kader kesehatan, tokoh lingkungan dan masyarakat yang selama ini terlibat dalam pelaksanaan Pos Gizi. Menurutnya, kolaborasi tersebut diperlukan agar program penanganan stunting dapat berjalan berkelanjutan dan tepat sasaran. (red)