Palapanews.com – Di era digital seperti sekarang, istilah data analytics semakin sering terdengar. Mulai dari bisnis, teknologi, sampai pendidikan, semuanya berbicara soal data. Namun, tidak sedikit yang masih bertanya-tanya: sebenarnya data analytics itu dipakai untuk apa sih? Apakah hanya relevan untuk perusahaan besar, atau justru punya kaitan juga dengan kehidupan mahasiswa sehari-hari?
Secara sederhana, data analytics adalah proses mengolah data untuk menemukan informasi yang bermakna, lalu menggunakan informasi tersebut sebagai dasar pengambilan keputusan. Jadi, data bukan hanya sekumpulan angka atau tabel, melainkan sesuatu yang bisa “bercerita” jika diolah dengan cara yang tepat. Menurut IBM, data analytics membantu organisasi meningkatkan efisiensi, memahami pola, dan membuat keputusan yang lebih akurat berbasis fakta.
Data Analytics Itu Dipakai di Mana Aja?
Kalau dilihat lebih dekat, sebenarnya kita sudah bersentuhan dengan data analytics hampir setiap hari. Saat membuka aplikasi belanja seperti Tokopedia atau Shopee, produk yang muncul di halaman utama bukan ditampilkan secara acak, melainkan berdasarkan analisis dari riwayat pencarian dan kebiasaan kita.
Hal serupa juga terjadi ketika menggunakan platform hiburan seperti Netflix dan Spotify, di mana sistem mempelajari apa yang kita tonton atau dengarkan untuk memberikan rekomendasi yang terasa relevan.
Bahkan di media sosial seperti Instagram dan TikTok, konten yang muncul di feed kita ditentukan oleh interaksi yang kita lakukan setiap hari. Semua pengalaman ini menunjukkan bahwa data analytics sudah menjadi bagian dari keseharian, meskipun sering tidak disadari.
Kenapa Mahasiswa Perlu Tahu Data Analytics?
Di sinilah yang sering terlewat. Banyak mahasiswa menganggap data analytics sebagai sesuatu yang rumit dan hanya relevan untuk jurusan tertentu. Padahal, dunia kerja saat ini semakin bergerak ke arah yang berbasis data, di mana hampir setiap keputusan penting didukung oleh analisis yang kuat.
22Bahkan untuk peran non-teknis seperti marketing, bisnis, atau human resources, kemampuan memahami data tetap menjadi nilai tambah yang signifikan.
Selain itu, memahami data juga membantu mahasiswa mengembangkan pola pikir yang lebih kritis dan terstruktur, karena terbiasa melihat fakta sebelum mengambil kesimpulan.
World Economic Forum menyebutkan bahwa kemampuan memahami data menjadi salah satu skill penting di masa depan, seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi dan AI. Artinya, mahasiswa tidak harus menjadi ahli data, tetapi setidaknya perlu memiliki kemampuan dasar untuk membaca dan memahami informasi berbasis data.
Data Analytics di Dunia Kerja
Ketika masuk ke dunia kerja, peran data analytics menjadi jauh lebih strategis. Perusahaan menggunakan data untuk memahami perilaku pelanggan, menentukan strategi pemasaran, hingga mengevaluasi performa bisnis secara keseluruhan. Keputusan yang diambil tidak lagi hanya berdasarkan intuisi, tetapi didukung oleh data yang konkret.
Menurut McKinsey & Company, organisasi yang mengandalkan data dalam pengambilan keputusan cenderung lebih produktif dan mampu bersaing dengan lebih baik. Hal ini menjelaskan mengapa banyak perusahaan kini mencari kandidat yang tidak hanya memiliki pengetahuan teoritis, tetapi juga mampu memahami dan menginterpretasikan data dengan baik.
Data Analytics Bukan Sekadar Tools, Tapi Cara Berpikir
Salah satu kesalahpahaman yang masih sering terjadi adalah menganggap data analytics hanya berkaitan dengan penggunaan tools seperti Excel, SQL, atau Python. Padahal, yang lebih penting adalah cara berpikir di baliknya. Data analytics melatih seseorang untuk bertanya lebih dalam, mencari pola dari informasi yang tersedia, serta mengambil keputusan berdasarkan fakta, bukan asumsi.
Pola pikir seperti ini sangat relevan bagi mahasiswa, bahkan sejak masih berada di bangku kuliah. Misalnya saat mengerjakan tugas penelitian, menganalisis hasil survei, atau mengambil keputusan dalam organisasi kampus, kemampuan memahami data dapat membantu menghasilkan keputusan yang lebih tepat dan terarah.
Data analytics bukan sesuatu yang jauh atau rumit. Justru, kita sudah mengalaminya setiap hari, mulai dari belanja online, menonton film, hingga menggunakan media sosial.
Bagi mahasiswa, memahami data analytics bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi tentang mempersiapkan diri menghadapi dunia kerja yang semakin kompleks dan berbasis data. Kemampuan ini membantu membangun cara berpikir yang lebih kritis, terstruktur, dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.
Di masa depan, bukan hanya mereka yang “bisa data” yang unggul, tetapi mereka yang mampu memahami dan memanfaatkannya untuk mengambil keputusan yang lebih baik. Mulai asah skill data analyticsmu dengan mengikuti DQLab Mini Bootcamp Batch 11! Registrasi dirimu melalui tautan berikut https://bit.ly/MINIBC11_
