Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang melalui Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) bersinergi dengan Fatayat NU Kota Tangerang membuka rangkaian kegiatan Ramadan Karim di Masjid Agung Al-Ittihad. Kegiatan ini menjadi ruang syiar Islam sekaligus upaya merawat tradisi budaya lokal di bulan suci Ramadan.
Ketua DKM Masjid Al-Ittihad, Herman Suwarman, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menyebut Ramadan Karim menjadi wadah untuk mengisi bulan suci dengan aktivitas produktif serta mempererat silaturahmi antarwarga.
“Alhamdulillah, hari ini kita bisa bersama-sama melaksanakan kegiatan Ramadan Karim. Ini adalah hasil gagasan bersama pemerintah melalui Dispora yang bekerja sama dengan Fatayat NU Kota Tangerang. Banyak berbagai kegiatan yang dilaksanakan, terutama untuk mengisi kemuliaan bulan suci Ramadan ini,” ujarnya.
Menurut Herman, kegiatan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya menjaga kekhasan suasana Ramadan di Kota Tangerang. Ia berharap Ramadan Karim dapat menjadi sarana mempertahankan tradisi budaya lokal yang telah mengakar di masyarakat.
“Pelaksanaan ini semakin menambah khazanah dan mempertahankan tradisi budaya Kota Tangerang. Dengan ragam dan perbedaan yang ada, kegiatan ini menjadi sarana untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan kita semua,” katanya.
Kepala Dispora Kota Tangerang, Kaonang, menjelaskan kegiatan ini juga menjadi wadah bagi organisasi kemasyarakatan pemuda sesuai karakteristik masing-masing. Fatayat NU Kota Tangerang, menurut dia, akan mengampu Ramadan Karim setiap tahunnya dengan pendekatan keagamaan yang menjadi basis organisasinya.
Ia membandingkan dengan kegiatan di Masjid Raya Al-A’zhom yang memiliki festival pada 1 Muharram, sementara Masjid Al-Ittihad menghadirkan Ramadan Karim sebagai agenda khas di bulan suci.
“Ramadan Karim bukan sekadar acara seremonial, melainkan integrasi antara nilai religius, kompetisi, dan perawatan tradisi lokal. Berbagai dai kami hadirkan untuk memberikan edukasi, sementara panggung utama diisi dengan beragam kegiatan,” ujarnya.
Ramadan Karim tahun ini menghadirkan sejumlah lomba, antara lain lomba tari kreasi, lomba mewarnai anak, dan lomba grebek sahur yang merepresentasikan tradisi membangunkan sahur di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut melibatkan partisipasi santri dari berbagai pondok pesantren, siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI), hingga Madrasah Tsanawiyah (MTs). Melalui Ramadan Karim, perbedaan latar belakang diharapkan menjadi ruang memperkuat kebersamaan di Kota Tangerang. (ydh)
