Palapanews.com – The Japan Foundation, Jakarta mengundang TSUJIMURA Mizuki, penulis dari Jepang untuk mengunjungi Indonesia pada 6-13 Februari 2026 dengan dua tujuan daerah Jakarta dan Lombok.
Kunjungannya kali ini merupakan bagian dari Kompetsi Baca Ulas 2025 novel terjemahan Kastel Terpencil Di Dalam Cermin kerjasama antara The Japan Foundation, Jakarta, Penerbit Clover, dan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
TSUJIMURA Mizuki memulai debutnya sebagai penulis pada tahun 2004 dengan novelnya yang berjudul A School Frozen In Time, yang memenangkan Penghargaan Mephisto ke-31. Judul ini pun telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia oleh Penerbit Clover. Beliau kemudian memenangkan Penghargaan Pendatang Baru Sastra Yoshikawa Eiji ke-32 untuk Tsunagu dan Penghargaan Naoki ke-147 untuk Kagi no nai Yume wo Miru.
Selain Kastel Terpencil Di Dalam Cermin, banyak karya lain dari TSUJIMURA Mizuki yang telah diadaptasi menjadi film, seperti Asa ga Kuru, Haken Anime, Gouman to Zenryo, dan Kono Natsu no Hoshi wo Miru. Beberapa karya novel lainnya yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia seperti, Yamihara, True Mothers, A School Frozen In Time dan Pulau Sae.
Pada tanggal 7 Februari 2026, TSUJIMURA Mizuki akan menjadi narasumber bersama penulis Indonesia, Ziggy Zezsyazeoviennazabrizkie pada acara Bincang Penulis: Novel Fantasi untuk Remaja Jepang–Indonesia yang dilaksanakan di Gramedia Matraman, Jakarta.
Kedua panelis bertukar pandangan mengenai kepenulisan genre fantasi di masing-masing negara yang dikaitkan dengan isu yang dihadapi remaja. Sebelum acara bincang penulis, TSUJIMURA Mizuki terlebih dulu juga akan menjadi narasumber dalam press conference bersama Japan Foundation dan Penerbit Clover.
TSUJIMURA Mizuki juga akan memperkenalkan karya-karyanya kepada pembaca di Indonesia Timur khususnya di Lombok dengan menjadi narasumber dalam acara Forum Ketjil: Dalam Cermin, Gelap Disucikan yang bekerja sama dengan Komunitas Akarpohon yang akan dilaksanakan di Gramedia Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Sebagai penulis yang sangat peduli dengan anak dan remaja, beliau juga akan mengunjungi sekolah di Lombok dan melihat keseharian pembelajaran di sekolah Indonesia. Tidak hanya sekolah di Lombok, TSUJIMURA Mizuki juga akan mengunjungi sekolah Jepang yang berada di Jakarta.
Kemudian melihat keragaman budaya di Indonesia dengan mengunjungi beragam tempat wisata serta tempat yang rekat dengan literatur yang ada di Jakarta. Dengan kunjungan ini, diharapkan TSUJIMURA Mizuki mampu bertukar pikiran seputar dunia literatur dengan para penggiatnya dan juga dapat merasakan kehangatan budaya Indonesia. (rls/bd)
