Palapanews com- Untuk mendukung program unggulan yang digaungkan Sachrudin-Maryono sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangerang tentunya dibutuhkan persamaan persepsi dari masing-masing pejabat di Pemerintahan Kota Tangerang sebagai wujud untuk merealisasikan visi Kota Tangerang lima tahun ke depan.
Untuk merealisisakannya tentunya dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang mumpuni dibidangnya masing-masing, sehingga akan tercipta tata kelola pemerintahan yang baik demi percepatan pelayanan.
Memasuki enam bulan masa kerja Sachrudin-Maryono belum terlihat adanya gebrakan yang siginifikan dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Untuk itu, dibutuhkan dan segerakan dilakukan mutasi, rotasi, dan promosi di lingkup Pemerintah Kota Tangerang. Sebab, langkah ini harus diambil untuk menyamakan persepsi agar mampu terlaksanya janji-janji politik Sachrudin-Maryono kepada masyarakat Kota Tangerang.
Hal inilah yang disampaikan Pengamat Politik dan Pemerintahan Indonesia, Hasanudin BJ, Senin, 4 Agustus 2025.
Hasanudin BJ menegaskan, Sachrudn-Maryono harus melakukan perubahan-perubahan ditatanan pejabat, mulai dari eselon 4 hingga eselon 2. Hal ini bertujuan untuk penyegaran dan mendukung visi misi dari Sachrudin – Maryono.
“Pilih pejabat yang kompeten dibidangnya masing-masing, walaupun kepentingan politik menjadi bagian yg tak terpisahkan. Lakukanlah mutasi, rotasi, dan promosi secara jujur dan transparansi yang dilihat dari kinerja,” tegas Hasanudin BJ.
Pria yang akrab disapa BJ ini mengungkapkan, sudah cukup tahun-tahun yang lalu diisi oleh pejabat yang duduk sarat dengan kepentingan pribadi, walaupun dilakukan secara open bidding ataupun uji kompetensi. Tapi, tetap yang dipilih hanya orang terdekat
“Dibawah kepemimpinan Sachrudin-Maryono harus dihilangkan like dan dislake terhadap pegawai yang duduk dibangku jabatan. Karena yang harus dilakukan sekarang adalah berbuat baik berupa layanan kepada masyarakat. Terutama yang mampu menterjemahkan visi Sachrudin-Maryono dalam lima tahun kedepan,” ucapnya.
Pria yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang ini mengungkapkan, tiga program unggulan Sachrudin-Maryono menjadi pegangan masyarakat yang tersebar di 13 kecamatan yakni Gampang Sekolah, Gampang Kerja, dan Gampang Sembako (3G) yang disampaikan ke publik. Melihat hal tersebut, tentunya kepala daerah harus sudah berpikir untuk dapat menempatkan SDM-SDM berkualitas agar dapat mewujudkan janji-janji politiknya.
“Dari 3 program tersebut, sepertinya Gampang Sembako yang terbilang paling lemah. Sebab, hanya Dinas Ketahanan Pangan yang kerap hadir di publik. Sedangkan, Dinas Indag yang juga memiliki peranan penting dalam Gampang Sembako terlihat sangat lemah,” terangnya seraya menambahkan, belum lagi penghidupan koperasi serta para pelaku UKM yang tidak dilakukan dengan maksimal sehingga tidak sama sekali menyentuh visi yang diInginkan oleh Sachrudin-Maryono. Perombakan semua pejabat yang ada di Indag adalah sebuah keniscayaan agar terlihat sebuah terobosan untuk mensukseskan program Gampang Sembako.
“Sachrudin-Maryono harus tegas untuk merombak pejabat di OPD tersebut, kekuasaan yang telah di mandatkan Rakyat kepada mereka berdua harus di jalankan dengan maksimal terhadap OPD yang tidak punya kemampuan menjalankan tugas dan fungsinya, terangnya.
Diketahui, ada beberapa kursi jabatan yang kosong di antaranya Kepala BPKD, Kepala BPBD, Sekretaris Dinas Pendidikan, Sekertaris Dinas Indakop, Sekretaris Dinas Sosial, Camat Jatiuwung dan Kepala Bidang Olahraga serta 6 jabatan kosong pada dua BUMD yakni 4 di PD Pasar dan dua di Perumda Tirta Benteng.(ydh)
