Peringati Hari Kanker Sedunia, 35 Puskesmas di Tangsel Serentak Deteksi Dini Kanker

Palapanews.com- Hari Kanker Sedunia atau World Cancer Day 2024 bertema Close The Care Gap, atau Bersama Kita Atasi Kesenjangan Perawatan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker, mulai dari deteksi, pencegahan, hingga pengobatan.

Kanker merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia dan menurut data Kemenkes RI tahun 2022, angka kejadian penyakit kanker di Indonesia adalah sebesar 136 orang per 100.000 penduduk atau berada pada urutan ke-8 di Asia Tenggara.

Peringatan yang jatuh pada Minggu (4/2/2024) ini bukan hanya tentang penyuluhan, tetapi juga panggilan untuk tindakan bersama mencegah kanker. mendorong komitmen dalam meningkatkan layanan, penelitian, serta fasilitas yang dapat menunjang kualitas hidup pengidap kanker.

Seperti yang dilakukan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) melalui 35 Puskesmas yang ada di wilayah Tangsel yang melakukan deteksi dini kanker secara serentak. Baik secara promotif ataupun preventif pada Senin (5/2/2024).

“Secara promotif yakni, sosialisasi kemasyarakat mengenai kanker paru, kolon, payudara dan leher rahim serta melakukan promosi kesehatan melalui media sosial. Preventif yakni, pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) Test dan Pemeriksaan Payudara secara Klinis (Sadanis), deteksi dini kanker paru dengan kuesioner, deteksi kanker kolon dengan cara pemeriksaan benzidine test,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Tangsel, dr. Eliwedi Erni kepada palapanews.com, Selasa (6/2/2024).

Dokter Eli juga menjelaskan, pemeriksaan IVA merupakan cara sederhana untuk melakukan deteksi dini kanker leher rahim dengan mengunakan asam asetat. Sementara Sadanis adalah pemeriksaan payudara klinis yang di lakukan oleh petugas kesehatan di Fasyankes.

Pemeriksaan IVA merupakan pemeriksaan skrining dari pap smear karena biasanya murah, praktis, sangat mudah untuk dilaksanakan dan peralatan sederhana serta dapat serta dapat dilaksanakan selain dokter ginekologi.

Menurutnya, antusias masyarakat di wilayah Tangsel untuk melakukan deteksi dini terhadap kanker cukup tinggi dibuktikan dengan tercapai target pencapaian 9 persen. Dimana tim kerja melakukan deteksi dini baik di indoor dan outdoor.

“Untuk deteksi dini kanker payudara, leher rahim, paru dan colorektal merupakan rencana aksi nasional (RAN) dengan target eliminasi kanker tahun 2030, dimana pelayanan nya dicover oleh BPJS Kesehatan,” ungkapnya.

Sementara untuk hasilnya, jika negatif dilakukan edukasi dan dianjurkan untuk melakukan skrining minimal sekali dalam setahun dan untuk hasil deteksi dini yang positif dirujuk untuk dilakukan krioterapi oleh tenaga medis. (adv)