Palapanews.com– Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang bersama Forum Komunikasi Pedagang Pasar Anyar (FKPPA) menyambangi Pusat Pemerintahan Kota Tangerang yang berlokasi di Jalan Satria Sudirman, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.
Kedatangan LPM Kota Tangerang dan FKPPA tak lain untuk melakukan komunikasi yang berkaitan dengan relokasi pedagang Pasar Anyar atas rencana adanya revitalisasi Pasar Anyar yang dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dengan total anggaran mencapai Rp 150 miliar.
Berlokasi di ruang rapat Asisten Daerah (Asda) II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, LPM dan perwakilan pedagang diterima langsung oleh Asisten Daerah (Asda) I Bidang Tata Pemerintahan yang juga didampingi oleh Kasatpol PP, Kepala Badan Kesbangpol, Camat Tangerang, serta perwakilan dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan.
Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang, Hasanudin BJ menyampaikan, kedatangannya ke Pusat Pemerintahan ini tak lain untuk membuka keran komunikasi yang berhubungan dengan relokasi pedagang Pasar Anyar. Sebab, sampai saat ini tidak ada komunikasi yang dibuka oleh Pemerintah Kota Tangerang melalui PD. Pasar Kota Tangerang.
“Ini merupakan pertemuan awal yang dilakukan antara Pemerintah Kota Tangerang dengan perwakilan pedagang Pasar Anyar. Sebelumnya, sosialisasi tentang relokasi pedagang hanya dilakukan melalui media sosial dan spanduk, sedangkan mereka (pedagang) sama sekali tidak diajak untuk berkomunikasi, sehingga terjadilah kekhawatiran-kekhawatiran bagi pedagang,” papar Hasanudin BJ.
Hasanudin BJ menerangkan, komunikasi ini akan terus berjalan untuk mengetahui perkembangan tentang kapan dilakukan revitalisasi, kapan para pedagang akan direlokasi, dan dimana lokasi relokasi yang menjadi pilihan bagi pedagang.
“Sekecil apapun informasi yang berhubungan dengan revitalisasi dan relokasi sangatlah penting bagi pedagang Pasar Anyar, sehingga tidak terjadi kekhawatiran tentang nasib para pedagang,” papar Hasanudin BJ.
Ketika ditanya tentang tempat relokasi yang diinginkan para pedagang, pria yang akrab disapa BJ ini menyampaikan, para pedagang menginginkan tempat relokasi itu berada di kawasan Metropolis karena lokasinya sangat strategis dan dekat.
“Pemerintah setempat menyiapkan di plasa Shinta, tapi ditolak sama pedagang karena sangat jauh lokasinya. Mungkin, dengan adanya pertemuan dan komunikasi yang intens akan ada titik temu antara pemerintah daerah dengan pedagang,” jelasnya.

Sementara itu, Asisten Daerah Tata Pemerintahan pada Pemerintah Kota Tangerang, Deni Koswara menerangkan, jika revitalisasi Pasar Anyar Kota Tangerang ini merupakan program dari Pemerintah Pusat yang sebenarnya dilakukan pada 2019 lalu. Namun, karena terjadi Covid-19, maka tidak bisa dilakukan dan baru dilakukan pada 2023 dengan anggaran yang disiapkan sekitar Rp 150 miliar.
“Ketika revitalisasi Pasar Anyar itu dilakukan tentunya para pedagang akan direlokasi. Dan, kami dari Pemerintah Kota Tangerang akan memberikan tempat atau lokasi yang terbaik bagi pedagang,” kata Deni Koswara.
Dengan adanya komunikasi yang dibangun dengan pedagang, maka segala bentuk perkembangan mengenai rencana revitalisasi Pasar Anyar serta relokasi akan disampaikan kepada pedagang.
“Hari ini komunikasi dilakukan mulai dari pedagang hingga Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kota Tangerang,” ujarnya seraya menambahkan, pihaknya juga menunggu perkembangan dari Pemerintah Pusat melalui Kementerian PUPR tentang kapan pelaksanaan revitalisasi Pasar Anyar tersebut.
“Kita masih menunggu informasi dari Kementerian PUPR,” ucapnya secara singkat.(ydh)
