Palapanews.com- Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) menyiapkan dua strategi mengantisipasi lonjakan urbanisasi pasca-Idul Fitri, yakni pendataan melalui Sistem pendaftaran penduduk non permanen (Sipermen), hingga program Dilatih, Disertifikasi dan Ditempatkan (D3).
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan gelombang urbanisasi tak dapat terelakan setiap Idul Fitri usai. Pasalnya, Kota Tangsel menjadi salah satu tujuan pencari kerja, mengingat daerah sekeliling Tangsel, seperti Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang, banyak terdapat pabrik.
“Dari awal Ramadan, kami telah menerbitkan surat edaran ke Camat dan Lurah, yang salah satu isinya bahwa harapan kami sih kalau mudiknya berempat ya pulangnya berempat lagi,” ujar Benyamin, dalam keterangan yang diterima, Jumat (28/4/2023).
Kedatangan warga ke kota dengan tujuh kecamatan ini, menurutnya tidak mungkin dilarang dan dicegah. Tetapi, ia mengingatkan agar yang datang ke Kota Tangsel dibekali dengan skill atau kemampuan yang mumpuni.
“Tentu kami harapkan mereka mempunyai keterampilan yang dimiliki,” ucap Benyamin.
Bahkan, Pemkot sudah menyiapkan strategi D3 untuk mengantisipasi apabila yang datang tidak dibekali cukup kemampuan. Hal ini harus dilakukan untuk mencegah terjadinya lonjakan pengangguran dari efek adanya urbanisasi ini.
“Kami ada program D3, dan ada sertifikatnya untuk meningkatkan daya saing,” ungkapnya.
Apalagi kata Benyamin, Pemkot sudah memperkirakan akan ada hampir 4 ribu pendatang baru di Tangerang Selatan.
“Cenderungnya meningkat dari tahun ke tahun ya sekitar 7 sampai 15 persen, karena banyak juga yang mencari kerjanya di sekitar Tangsel yakni daerah industri seperti di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang,” jelasnya.
Sedangkan di Tangerang Selatan, khususnya di bidang perdagangan dan jasa yang menjadi paling banyak dicari dan dibutuhkan. (red)
