Palapanews.com- Untuk mewujudkan Kota Tangerang sebagai Kota Sehat tentunya dibutuhkan kerjasama yang konkrit dari berbagai instansi mulai dari Pemerintah Kota Tangerang hingga elemen masyarakat yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.
Pemerintah Kota Tangerang melalui Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat melalui tim pembina Kabupaten/Kota Sehat untuk mencapai tatanan yang sehat di tengah masyarakat demi terwujudnya Kota Tangerang Sehat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Tangerang, Decky Priambodo menerangkan, untuk mencapai Kota Tangerang Sehat dibutuhkan pemahaman tentang berbabagi indikator yang nantinya akan mewujudkan Kota Tangerang Sehat. Ada sembilan tatanan yang harus dipenuhi. Pertama, Kehidupan Masyarakat Sehat Mandiri. Kedua, Permukiman dan Fasilitas Umum. Ketiga, Pendidikan. Keempat, Pasar. Kelima, Pariwisata. Keenam, Transportasi dan Tertib Lalu Lintas Jalan. Ketujuh, Perkantoran dan Pariwisata. Kedelapan, Perlindungan Sosial. Kesembilan, Pencegahan dan Penanganan Bencana.

“Untuk mencapai Kota Tangerang Sehat tentunya kita harus terlebih dahulu memahami tentang sembilan tatanan sebagai syarat verifikasi Kabupaten/Kota Sehat. Sehingga, dibutuhkan kolaborasi serta sinergitas untuk memperoleh Kota Tangerang Sehat,” kata Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah Kota Tangerang.
Agar sembilan tatanan tersebut terpenuhi, kata Decky, dibutuhkan sosialisasi dan edukasi yang dilakukan oleh Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS) di kecamatan dan Pokja kelurahan kepada masyarakat.
“Kita sama-sama melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Serta melakukan monitoring dan evaluasi mulai dari proses pengumpulan data realisasi program kerja hingga evaluasi capaian kinerja,” paparnya.
Sementara itu, dengan terwujudkan Kabupaten/Kota Sehat ada penghargaan yang diberikan oleh Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Kesehatan yakni Penghargaan Swasti Saba. (adv)
