Gandeng IHIK3, UMN Gelar Diskusi Humor: Humor Jadi “Senjata” Komunikasi Paling Manjur

banner 500x1200

Palapanews.com – Universitas Multimedia Nusantara (UMN) bersama IHIK3 berkolaborasi menggelar “Diskusi Humor dalam Dinamika Kehidupan Bermasyarakat”. Acara berlangsung seru disambut antusias peserta pada Kamis (1/9/2022).

Di acara diskusi ini terungkap, ternyata humor bisa membuka hati yang tertutup. Seperti diungkapkan Dosen PJJ Prodi Ilmu Komunikasi UMN Silvanus Alvin, seseorang akan kesulitan untuk mengatasi dinamika kehidupan jika tak ada humor.

“Sering kali ada hal-hal tabu yang sulit diangkat, tapi melalui humor hal ini bisa lebih cair dibawakan dan meminimalisir ketersinggungan pada lawan bicara,” terang Alvin yang juga dikenal sebagai penulis buku “Komunikasi Politik di Era Digital: dari Big Data, Influencer Relations & Kekuatan Selebriti, Hingga Politik Tawa”.

Akhirnya, masih menurut Alvin, humor dapat menjadi penyambung lidah di balik ragam keresahan yang menganga di masyarakat. Alvin bahkan mengungkapkan,”Kita bisa memengaruhi publik dengan hanya berbekal humor. Praktik luar biasa dari humor ini bisa dilihat melalui peranan para komika.”

Para komika membawa materi jenaka yang bisa menempel di benak publik. Menurut Alvin, hal itu bisa terjadi karena humor telah menciptakan sebuah perasaan positif. Emosi itulah yang terekam sebagai kenangan di benak publik.

Tak hanya itu, peran humor juga bisa “membumikan” masalah yang rumit sehingga mudah dipahami masyarakat. Meskipun demikian, Alvin menegaskan penerapan humor tetap perlu mengedepankan etika. Kuncinya, yakni mendasarkan humor pada fakta dan tidak membawa konten berisi SARA.

Menurut Mamat Alkatiri, komika yang hadir di diskusi ini, komedi itu ada timing-nya. Ia menjelaskan momen yang tepat ini sangat menentukan keberhasilan dari sebuah humor.

Di samping itu, CEO IHIK3 & Humor Justice Warrior, Novrita Widiyastuti juga mengingatkan agar masyarakat terutama netizen tetap kritis terhadap humor. Misalnya, dengan kritis membedakan antara komedi satir hingga komedi yang mengolok-olok (mockery).

“Kalau kita ingin menjadi netizen yang ‘berbakat’ maka kita harus kritis sehingga tidak mudah tersinggung,” tegas Novrita dalam acara bertajuk “Diskusi Humor dalam Dinamika Kehidupan Bermasyarakat” di Lecture Hall, UMN, Kamis (1/9/2022).

Acara “Diskusi Humor dalam Dinamika Kehidupan Bermasyarakat” merupakan kolaborasi antara Universitas Multimedia Nusantara (UMN) dan Institut Humor Indonesia Kini (IHIK3). Acara ini ingin mengedukasi keberadaan humor sebagai bentuk komunikasi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Anda dapat saksikan tayangan selengkapnya di sini: https://youtu.be/C2KWMe25x1o. (rls/bd)

Komentar Anda

comments