Kolaborasi BI -UMN, Program Praktisi Mengajar BI Institute dan UMN Resmi Dilaunching

Palapanews.com – Program Praktisi Mengajar Bank Indonesia (BI) Institute dan Universitas Multimedia Nusantara (UMN) resmi dilaunching. Seremonial launching program ini, digelar pada Senin, 22 Agustus 2022.

“Pertama kami tentu menyampaikan apresiasi, penghargaan kepada Bank Indonesia Institute yang telah berkenan untuk memberikan, berbagi yah, wawasan, pengetahuan, yang mutakhir di bidang keungan nasional maupun dunia,” ucap Rektor UMN Dr. Ninok Leksono kepada sejumlah media.

Menurut Ninok, UMN selama ini sudah mengadopsi index kinerja utama yang delapan itu antara lain; menguatnya interaksi antara lembaga di luar industri ke dalam sistem pendidikan itu sesuai dengan konsep Kampus Merdeka – Merdeka Belajar. Sehingga jelasnya, pihaknya mempersiapkan kurikulumnya diadjust untuk menampung materi-materi substansi yang aktual dan relevan dari luar.

“Nah, tentu dari Bank Indonesia kami berharap banyak karena sebagaimana yang kita ketahui, bahwa muncul istilah cryptocurrency, sesuatu yang wah apa ini, tentu baik untuk dipahami oleh para mahasiswa,” paparnya.

Masih menurut Ninok, misalkan tiba tiba ada melonjak mata uang internasional yang tidak diketahui apa penyebabnya, tentu dengan adanya guru adalah dosen dari Bank Indonesia bisa segera dicarikan jawabannya ada apa. “Bu, ini pengaruh geopolitik dimana ini yang membuat rupiah misalnya melemah,” ucapnya memberi contoh kasus.

Baca juga : UMN Gandeng UiTM Teken Mou, Ini 4 Point Kerjasama

Sementara itu dari BI Institute, Arlyana Abubakar selaku Direktur Bank Indonesia Institute menjelaskan bahwa, untuk program praktisi mengajar karena masih pilot project saat ini ada 4 pengajar yang akan bergabung pada dosen, yaitu masing masing; 2 orang yang akan bersama sama dengan dosen UMN akan mengajar dalam 2 mata kuliah.

“Jadi kita melakukan, co-creation dari mata kuliah yang sudah ada, pertama adalah yang terkait dengan international corporate finance, jadi di situ mata kuliah yang banyak terkait dengan bagaimana dampak dari nilai tukar terhadap keuangan internasional, kemudian juga kerja sama internasional, dan juga hal-hal lain yang nanti akan bisa disharingkan lebih dalam kepada teman-teman mahsiswa,” jelas Arlyana.

“Yang kedua, yang terkait dengan bank, NAB institution kita akan mengkolaborasikan mengco-creatoin kan mata kuliah tersebut dengan menambahkan beberapa aspek-aspek yang akan bermanfaat dan lebih kaya nanti mata pelajarannya. Jadi mengenai kebangsentralan, kemudian melihat bagaimana stabilitas sistem keuangan secara umum bahwa agen keuangan itu tidak hanya lembaga keuangan, corporasi, rumah tangga kemudian juga perubahan dari perilaku agen keuangan terutama di era digital. Termasuk juga nanti yang akan kita perkaya dengan bagaimana inovasi keuangan digital itu juga turut merubah landscape dari keuangan Indonesia saat ini,” bebernya.

Diakui Arlyana, baru semester BI Institute ikut di dalam program praktisi mengajar, di program praktisi mengajar ini BI Institute akan take alive, juga akan berpartisipasi.

“Dan kemudian kami semacam dijodohkan yah, dengan UMN. Tapi kami sangat senang karena selama ini kan kami lebih banyak berkolaborasi untuk keilmuan yang sifatnya ekonomi makro yah; kebangsentralan di prodi ilmu ekonomi. Tapi sekarang dengan prodi manajemen, prodi bisnis,” ucapnya.

Dia juga mengaku sangat senang karena sekarang pengenalan ilmu kebangsentralan dan juga isu-isu frontier lainnya, itu perlu juga untuk disheringkan dan dipahami oleh temen-temen dari sekolah bisnis dan sekolah manajemen. Jadi, ibaratnya bagaimana kita mengenalkan sentral banking dalam kontek applied yah, karena bisnis dan manajemen itu lebih applied lagi ilmunya,” tandas Arlyana.

Baca juga : Skystar Ventures Tech Incubator UMN – ACE Singapore Teken MoU

Adrian Bani Kansil, Manajer Praktisi Onboarding Program Praktisi Mengajar Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, menambahkan bahwa kolaborasi yang terjadi di UMN dengan BI ini adalah bukti bahwa telah terjadi kolaborasi sebelumnya antara perguruan tinggi dengan industri.

“Tapi, kolaborasi itu harus semakin intim, harus semakin besar, harus semakin kuat. Nah, jadi kita pun menekankan itu juga. Apalagi komitmen dari UMN yang semakin hari semakin kita lihat, fokus pada kemajuan teknologi, dan BI adalah partner yang strategis untuk itu semua,” tegas Adrian.

Bertempat di Lecture Theatre Gedung D Kampus UMN serah terima MoU dilakukan oleh Arlyana Abubakar, Direktur Bank Indonesia Institute dengan Rektor UMN Dr. Ninok Leksono disaksikan Mirza Yuniar – Deputi Direktur Bank Indonesia Institute, Adrian Bani Kansil – Manajer Praktisi Onboarding Program Praktisi Mengajar Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Sri Gunani Partiwi – Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta ratusan mahasiswa UMN. (bd)

Komentar Anda

comments