Palapanews.com– Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Tirta Benteng Kota Tangerang menaikkan tarif air bersih untuk industri yang tersebar di 13 kecamatan se-Kota Tangerang.
Kenaikan tarif bagi industri menjadi salah satu cara untuk memperoleh pendapatan asli daerah (PAD) yang berasal dari layanan air bersih. Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirta Benteng Kota Tangerang, Sumarya, Rabu, 13 Juli 2022.
Sumarya mengatakan, semua industri naik untuk tarif layanan air bersih, sebelumnya, tarif untuk industri yang ada di Kota Tangerang sebesar Rp 9 ribu per kubik. “Untuk saat ini tarifnya dinaikan menjadi Rp 13 ribu per kubik,” kata Sumarya.
Sumarya menambahkan, untuk di Kota Tangerang sendiri ada sekitar 20 an industri yang terdiri dari berbagai jenis industri. “Semua industri sudah kami berikan sosialisasi atau pemberitahuan tentang kenaikan tarif bagi industri,” paparnya.
Diketahui, untuk PAD Perumda Tirta Benteng tahun 2022 atas usaha tahun 2021 yang disetorkan ke Pemerintah Kota Tangerang mencapai Rp 450 juta.
Pembangunan IPA Sitanala
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang terus berupaya memenuhi kebutuhan air bersih dan sehat layak konsumsi bagi masyarakat. Salah satunya melalui pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sitanala yang didukung oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Banten yang bertempat di Jalan Dr. Sitanala, Kelurahan Karangsari, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang, Kamis, 7 Oktober 2021.

Direktur SPAM Kementerian PUPR, Ir. Anang Muchlis menerangkan, target pembangunan IPA Sitanala dengan kapasitas 500 liter/detik. Proses pembangunan juga akan berlanjut pada tahap kedua dalam rangka menambah kapasitas menjadi 1000 liter/detik.
“Pembangunan IPA Sitanala tahap satu ditargetkan selesai dalam jangka waktu 13 bulan ke depan. Semoga pengerjaannya lancar tanpa hambatan. Untuk tahap satu ini diupayakan IPA dengan kapasitas 500 liter/detik terlebih dahulu, lalu di 2023 kami akan upgrade kapasitasnya menjadi 1000 liter/detik,” ujarnya.
IPA Sitanala berada di zona dua wilayah Kota Tangerang yang mencakup lima kecamatan, yaitu Karawaci, Cibodas, Jatiuwung, Periuk dan Neglasari. Adapun jumlah sambungan rumah yang tersedia dari IPA Sitanala sebanyak 50 ribu sambungan.
“Dengan begitu, sebanyak 200 ribu jiwa yang akan terlayani oleh IPA Sitanala. Kedepannya, pengelolaan air di IPA Sitanala akan diserahkan kepada PDAM Kota Tangerang,” jelasnya.(ydh)
