Jangan Tertipu! Ini Mitos Data Science yang NON IT Harus Tahu!

Palapanews.com-Meningkat kebutuhan tenaga praktisi data, sekarang data science menjadi ilmu primadona yang banyak dicari orang. Data science sendiri adalah proses mengolah data menggunakan metode statistik, matematika, dan bisnis, tujuannya untuk melihat insight penting dibalik data – data perusahaan.

Mempelajari data science bukan suatu yang sulit, tapi tidak mudah juga. Dalam praktiknya, kita akan berhadapan dengan trial dan error. Maka dari itu, kita perlu memiliki hal utama menjadi praktisi data, yaitu pendidikan, pengalaman, dan keterampilan.

Namun, karena data science merupakan hal yang cukup baru di Indonesia, banyak mitos data science yang membuat orang mundur untuk berkarir di bidang ini. Sebagai mahasiswa NON IT, jangan sampai termakan dengan mitos ini!

1. Harus Punya Background IT
Memiliki background IT ataupun tidak, bukan menjadi penghalang untuk berkarir sebagai praktisi data. Semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berkarir di bidang data. Karena sebagai praktisi data bukan background pendidikan yang dilihat, namun skill yang dimiliki.

Seorang praktisi data harus bisa mengolah data dan angka menjadi insight yang berguna. Skill ini dapat kamu pelajari tanpa harus menempuh pendidikan tinggi. Sudah banyak platform belajar online maupun offline yang tersedia. Bahkan kamu juga bisa konsisten belajar data science otodidak. Banyak praktisi data hebat dan sukses tanpa melalui pendidikan formal.

2. Data Science = Coding
Data science merupakan ilmu gabungan, jadi selain pemrograman kamu juga akan mempelajari matematika, statistika, dan bisnis. Sebagai pemula, kamu mungkin akan kesulitan saat awal belajar coding. Tidak selamanya data science tentang coding.

Data science menyediakan tools yang bisa digunakan untuk menganalisis data tanpa harus ngoding. Kamu bisa gunakan rumus dasar excel untuk menganalisis data. Excel memiliki format yang populer dan fleksibel diantara berbagai software spreadsheet.

Fitur – fitur yang ada di excel sangat bermanfaat untuk melakukan analisis data dan berbagai kegiatan analisis, seperti data entry, data management, accounting, dan lainnya. Rumus IF yang ada di Excel merupakan rumus penting di kalangan praktisi data untuk membantu menganalisis data yang menghasilkan pedoman pengambilan keputusan.

3. Hanya Perlu Menguasai Tools untuk Menjadi Praktisi Data
Selain pengetahuan tools, seorang praktisi data juga dituntut menguasai beberapa skill untuk mengerjakan project data science. Sebuah perusahaan membutuhkan praktisi data untuk membangun insight bisnis mereka.

Yang artinya, sebagai seorang praktisi data harus menguasai pemahaman bisnis, agar insight yang dibutuhkan tepat sesuai dengan target perusahaan.

Dalam menemukan insight dibutuhkan pemikiran yang kreatif dan kritis, supaya saat dihadapi dengan masalah kamu bisa menemukan solusi yang tepat. Untuk menyampaikan insight, praktisi data membutuhkan keterampilan dalam berkomunikasi, agar insight yang disampaikan dapat mudah dimengerti.

4. Harus Ikut Kursus Mahal
Beberapa platform belajar data science, sekarang sudah banyak yang menyediakan kursus dengan harga terjangkau, namun fasilitas yang didapat cukup worth it. Bahkan ada beberapa platform belajar yang memberikan akses gratis bagi pengguna pemulanya.

Namun selain belajar melalui kursus, kamu bisa mengikuti komunitas data science. Sudah banyak komunitas yang terbuka bagi member baru. Meski ilmunya yang didapat tidak berurutan dan terstruktur, namun banyak pembahasan yang dapat menambah ilmu baru.

Selain itu, dengan komunitas kamu juga bisa memperluas networking yang akan memudahkanmu dalam berkarir menjadi praktisi data.

5. Jangan Ragu untuk Mulai Belajar Data Science
Ilmu data science bisa didapatkan dari mana saja, salah satunya dengan mengikuti kursus. Pada saat kursus pemberian materi diberikan secara berurutan dan terstruktur, sehingga proses belajar tidak terlalu berat.

Ketika memilih untuk kursus, pastikan memilih kursus dengan harga terjangkau namun fasilitas memadai. Salah satu platform yang bisa kamu akses secara gratis dan menyediakan beberapa modul gratis adalah DQLab.id. (red)

Komentar Anda

comments