Gadis Korban Pembunuhan di Cisauk Tulang Punggung Keluarga

oleh -
Polisi beberkan bukti kasus pembunuhan di Cisauk. Foto: Nad

Palapanews.com- Polres Tangsel berhasil menangkap pelaku pembunuhan sadis di Suradita, Cisauk, Kabupaten Tangerang yakni DS (20) dan US (42) dengan cara dibakar.

Korban merupakan wanita berinisial SZ (19) yang tinggal di Gang Sukun, Cisauk, Kabupaten Tangerang, berprofesi sebagai asisten dokter di Klinik wilayah Cisauk dan pada saat kejadian korban berpamitan untuk bekerja.

Hal itu dikatakan langsung oleh, orang tua korban, Aziz (45) saat disambangi di kediamannya. Menurut sang ayah, tidak ada hal aneh yang ditunjukan dari sikap SZ.

“Memang (pamitan) kerja, kan dia asisten dokter di klinik,” ujar Aziz. Memang Kamis (8/7/2021) itu setengah tiga biasanya berangkat kerja dia, biasanya pulang jam 8 malam. Nah pasti itu enggak pulang, enggak berkabar lagi. Sempat saya telponin panggilannya dialihkan. Terus sampai pagi, saya tunggu biasanya dia gak pernah lama, ini sampai pagi enggak pulang juga,” ungkap sang ayah.

Terlebih, terdengar kabar pembunuhan sadis dengan cara dibakar yang berlokasi di kebun milik warga. Kabar tersebut, membuatnya panik dan langsung mencari informasi.

“Jumat siang saya dengar ada pembunuhan di Suradita Lele. Saya coba cek ke sana saya tanya ke warga kasusnya sudah diambil ke Polsek Cisauk. Saya ke Polsek, saya tanya, mohon maaf tadi memang ada kejadian di sini pembunuhan, ya betul. Ciri-cirinya pak kalau saya boleh tau, dikasih gambaran ciri cirinya. Karena belum 24 jam, saya belum lapor,” papar Aziz.

Baca Juga: Lamaran Ditolak, 2 Pelaku Tega Bakar Gadis di Lahan Kosong di Cisauk

Hingga akhirnya pada Sabtu (10/7/2021), ia mendapat kabar dari kepolisian anak perempuannya yang menjadi tulang punggung menjadi korban pembunuhan sadis.

“Saya, kalau dibilang syok, saya syok, istri saya syok, adiknya nangis terus, tapi saya kembali lagi ya mungkin ini sudah jalannya anak saya, ya saya ambil hikmahnya semoga ini terbaik buatnya,” tutur Aziz.

“Apalagi anak saya ini prihatin orangnya, terus sama orang tua juga kasihan. Terus terang, saya kan rumah mengontrak di sini, selama saya tidak bekerja, anak saya yang bayarin kontrakan setiap bulannya dari gajinya kerja. Makanya tulang punggung keluarga,” tambahnya.

Ia pun, berterima kasih kepada pihak kepolisian yang secara sigap menangkap kedua pelaku.

“Polisi sudah ngembangin kasus ini, sampai kaya sekarang (ditangkap pelaku) saya terima kasih ke kepolisian, kerjanya memang bagus saya akuin itu, memang bagus,” tandas Aziz. (nad)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.