Kasus Proyek Eskalator di DPRD Bontang, Kejari Kota Tangerang Ciduk DPO Kejari Bontang

oleh -

Palapanews.com- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Tangerang menangkap daftar pencarian orang (DPO) di Bandara International Soekarno Hatta (Soetta). Penangkapan tersebut merupakan DPO dari Kejari Bontang, Kalimantan Timur.

Hal ini disampaikan langsung oleh Kajari Kota Tangerang I Gede Dewa Wirajana, Jumat, 5 Maret 2021.

Menurutnya, penangkapan DPO dari Kejari Bontang tersebut merupakan hasil kinerja dari tim intelijen Kejari Kota Tangerang bersama tim intelijen Kejaksaan Agung. Dimana dalam kronologisnya, peristiwa itu terjadi hari Kamis, 04 Maret 2021, tepatnya pukul 18.15 WIB diperoleh informasi dari tim bahwa ada DPO berinisial IGNKS bergerak dari Bandara Soetta menuju Denpasar, Bali.

“Adanya informasi tersebut, tim Intelijen Kejari Kota Tangerang yang berada di lapangan bergerak menuju Bandara Soetta Terminal 2 dan berkoordinasi tim Intelijen Kejagung dengan melakukan pengecekan seluruh komponen yang berkaitan dengan DPO,” kata I Gede Dewa Wirajana.

Namun dalam prosesnya, tambah Wirajana, diperoleh info nihil karena manifest penerbangan tidak ada nama DPO maupun istrinya. Selanjutnya, berdasarkan informasi yang diterima kembali, bersangkutan menggunakan minibus memasuki wilayah bandara dan tim langsung melakukan pengamanan dan ternyata di dalam mobil tersebut diketahui keberadaan DPO bersama istri dan sopirnya.

“Tim Intelijen Kejagung dan tim Intelijen Kejari Kota Tangerang langsung mengamankan DPO yang didampingi istrinya di posko bandara untuk memeriksa identitas. Dan, setelah diperiksa ternyata benar yang bersangkutan merupakan DPO yang selama ini dicari Kejari Bontang,” tegasnya seraya menambahkan, DPO dibawa dan ditahan sementara di Kejari Jakarta Selatan sambil menunggu Tim JPU Kejati Kaltim dan Kejari Bontang tiba dan melengkapi administrasi untuk segera dibawa dan dieksekusi ke Balikpapan.

Dikatakan Wirajana, dalam kasus ini yang bersangkutan melakukan tindak pidana korupsi pengadaan eskalator di kantor DPRD Kota Bontang dengan kerugian Rp1,3 Milyar.

“Sesuai perintah Jaksa Agung RI, kami akan terus memburu buronan karena tidak ada tempat yang nyaman lagi untuk buronan bersembunyi,” jelasnya. (ydh)

Komentar Anda

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.