Rebricks, Hadirkan Paving Block Berbahan Sampah Kemasan

Palapanews.com- Permasalahan lingkungan, khususnya sampah, tidak akan pernah terselesaikan selama masyarakat masih menggunakan plastik kemasan. Terlebih jenis sampah tersebut tidak bisa dijual untuk didaur ulang dan banyak ditolak oleh bank sampah.

Dua sahabat, yakni Ovy Sabrina dan Tan Novita mencari solusi agar plastik multilayer atau sampah plastik kemasan bisa didaur ulang menjadi sesuatu yang berguna untuk kehidupan.

“Seperti kemasan minyak masak, mi instan, gula, pembungkus makanan kucing, ciki, bungkus sabun cair, sampo, kopi dan kemasan saset lainnya. Kemudian kami lakukan riset pada tahun 2018 hingga lahirlah Rebricks sebagai perusahaan yang mendaur ulang sampah plastik tertolak menjadi bahan bangunan, khususnya paving block,” ujar salah satu Pendiri Rebricks, Tan Novita saat dihubungi Selasa (20/10/2020).

Pada saat riset, lanjut Novi tidak ada yang mengumpulkan sampah jenis tersebut di bank sampah, hingga Novi dan Ovie mencari dengan cara berkeliling ke warung kopi. Namun, tak disangka pada saat Rebricks Launching justru mendapatkan antusias yang sangat luar biasa dari masyarakat.

“Ternyata banyak sekali masyarakat yang telah menyortir plastik saset dan menghibahkan kepada kami. Ya, jadi kami dapatkan sumbangan sampah dari masyarakat secara sukarela, bahkan ongkos kirimnya pun dari mereka. Karena menurut mereka, sampah saset tidak ada nilainya dan bagi yang telah terbiasa mensortir, maka akan merasa bersalah jika dibuang ke landfilld,” jelasnya.

Paving block yang dihasilkan dari 20 persen sampah saset ini dinilai mampu bersaing dengan bahan bangunan konvensional, dengan kekuatan tekan 250 kg per cm persegi sesuai Standar Nasional Indonesia (SNI), tipe B. Sehingga bisa digunakan sebagai lahan parkir, pedestrian atau landscape.

“Pengolahannya pun menggunakan metode hijau dimana setiap produksi tidak menimbulkan sampah atau limbah yang baru. Jadi memang go green banget, dengan harga Rp95.000/meter persegi Rebricks dapat menghasilkan produk material building yang bersaing dengan konvensional. Dengan harga tersebut, kita bisa bertanggungjawab terhadap lingkungan,” ungkapnya.

Awal tahun 2020, Rebricks yang berlokasi di Jalan Ciputat Raya, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan mulai banyak dihubungi perusahaan besar yang ingin membeli paving block dalam jumlah besar. Pemesanan dari individu pun juga berdatangan. Sayangnya, perkembangan bisnis mulai melambat saat Indonesia ditetapkan sebagai pandemik covid-19.

Rebricks yang diketahui berhasil menjadi salah satu dari 3 pemenang dalam ajang Circular Innovation Jam yang diikuti 430 peserta dan 25 finalis dari Indonesia, Vietnam, Filipina, Thailand, dan India ini berharap mendapatkan pemesanan dari developer besar di Indonesia. (nad)