2 Organisasi Wartawan Soroti Aksi Mahasiswa Usir Jurnalis di Tangsel

oleh -
Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany memberi keterangan kepada wartawan. Foto: Nad
banner 300250

Palapanews.com- Organisasi wartawan di Tangerang, yakni Kelompok Kerja Wartawan Harian Tangerang Selatan (Pokja Wartawan Tangsel) dan Ikatan Wartawan Online (IWO) menyoroti dan menyesalkan aksi arogan aktivis mahasiswa Cipayung Plus yang melarang para jurnalis meliput audiensi mahasiswa dengan Walikota Airin Rachmi Diany di Balaikota Tangsel, Selasa (13/10).

“Transparansi keterbukaan publik dihiraukan oleh mahasiswa, padahal media mempunyai peran penting untuk menyampaikan informasi kepada publik. Kenapa mahasiswa melarang, padahal ketika aksi demonstrasi tolak UU Omnibus Law menuntut untuk bertemu Airin,” kata Ketua Pokja Wartawan Tangsel, Ahmad Rizki Suhaedi.

Senada, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Tangerang Raya, Hasan Kurniawan mengatakan bahwa kerja wartawan dilindungi UU dan isu ini bukan cuma kepentingan mahasiswa atau buruh saja, tapi juga kepentingan wartawan. Artinya harus dikawal bersama.

“Kalau pertemuan tertutup begini, kita jadi curiga. Jangan-jangan mahasiswa yang bermain dengan pemerintah. Kalau misalnya ditingkat lokal aja mahasiswa sudah bermain, kita jadi curiga bahkan teman-teman yang maju di tingkat Nasional. Harusnya mereka transparan, yang ngawal kita yang berdarah-darah kita. Kita yang menyuarakan tapi mereka malah ketemu ngumpet begitu,” ungkapnya.

Diberitakan, mahasiswa yang mengatasnamakan diri Aktivis Cipayung Plus Tangsel ini menemui Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany pada Selasa (13/10/2020) sebagai kelanjutan atas aksi demonstrasi pada (8/10/2020) terkait penolakan pengesahan UU Omnibus Law atau Cipta Kerja yang berlangsung di DPRD Tangsel dan Kantor Walikota Tangsel.

Namun, mahasiswa yang berisikan organisasi mahasiswa seperti PC PMII Cabang Ciputat, HMI Cabang Ciputat, DPC GMNI Tangsel, PD KAMMI Tangsel, PC IMM Tangsel, SEMMI Tangsel dan Hikmah Budhi Cabang Tangsel ini justru melarang para awak media untuk meliput audiensi bersama Walikota tersebut.

Sikap mahasiswa ini berbanding terbalik ketika ratusan mahasiswa dari Aktivis Cipayung Plus Tangerang Selatan melakukan aksi menolak pengesahan UU Omnibus Law Cipta Kerja di depan Balaikota Tangsel pada Kamis (8/10/2020) lalu.

Saat itu salah satu orator menginginkan jika pertemuan dengan Airin Rachmi Diany, Walikota Tangsel bila perlu disiarkan secara live melalui media sosial Instagram. (nad)

Komentar Anda

comments