Berbekal Ilmu Digital, Ratusan UKM di Tangsel Bertahan saat Pandemi

oleh -
Pegiat UMK Lista di toko yang dikelolanya, Gerai Lengkong. Foto: Nad

Palapanews.com- Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) saat ini tengah menghadapi serangan akibat pandemi Covid-19. Diketahui sektor tersebut merupakan salah satu penopang perekonomian.

Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Deden Deni mengatakan, sejak pandemi merebak awal Maret lalu, tak sedikit UMKM terdampak hingga tidak bisa melakukan aktivitas.

“Artinya total mereka tidak bisa berusaha. Terlebih yang usahanya tergantung pendapatan harian, kalau itu sudah jelas terdampak. Namun saat ini mereka sudah aktif lagi,” ujar Deden kepada Palapanews.com, Senin (14/9/2020) lalu.

Menurut Deden, bangkitnya kembali UMKM di saat pandemik Covid-19 ini berkat dukungan dan pemberian wawasan dari digitalisasi yang sudah diperoleh para pelaku UMKM.

“Mereka sudah lama menggunakan sistem daring, dari sebelum wabah ini merebak. Sebetulnya ditahun 2019 yang ketika revolusi 4.0 menjadi sesuatu keharusan jika UMKM mau bertahan ya harus mengikuti teknologi,” ungkapnya.

Hal tersebut terbukti saat wabah covid merebak. UMKM yang bertahan, yakni yang menerapkan sistem penjualan online. Terlebih, saat PSBB dimana aktivitas warga dibatasi dan tidak bisa keluar rumah dan ini menjadi fasilitas untuk jualan efektif.

Pusat oleh-oleh khas Tangsel, Gerai Lengkong. Foto: Nad

Selain didukung dari digitalisasi, pelaku UMKM juga diusulkan untuk mendapat bantuan sosial (bansos). Setidaknya, ada kurang lebih 800 UMKM yang terdampak.

“Kemudian saat divalidasi ada 300 lebih UMKM yang mendapat bantuan senilai Rp600 ribu per UMKM,” ucap Deden.

Kemudian ditambah kembali adanya Bantuan Presiden (Banpres) kepada pelaku UMKM dan sudah mengusulkan 20.000 UMKM yang ada di Tangsel dari total 36.000.

“Bantuan tersebut merupakan program dari Pemerintah Pusat seperti Bantuan Presiden, Bantuan Produktif Usaha Mikro (BPUM) itu yang Rp2,4 juta per usaha kita usulkan lagi, kita sudah usulkan kurang lebih ada 20.000 pelaku UMKM,” lanjutnya.

Sementara saat ini, pihaknya merekap dan tengah menunggu usulan dari kelurahan, kecamatan bahkan ada yang langsung melalui komunitas UMKM dan usulan ke pusat untuk bantuan BPUM.

“Hampir dua minggu kita rekap sudah kita usulkan. Namun tidak semua usulan diterima karena harus melalui tahapan verifikasi,” papar Deden.

Terpisah, penggiat atau pendiri UMKM Gerai Lengkong, Lista Hurustiati, ingin membantu para pelaku UMKM di Tangsel untuk bangkit kembali ditengah keterpurukan adanya Covid-19.

“Semua produk asal Tangsel berkumpul disini dan kami membeli produk mereka secara putus, namun disepakati dengan label Gerai Lengkong. Lalu disini produk kami ditawarkan melalui jaringan pertemanan di beberapa WhatsApp Group, Instagram dan beberapa market place,” beber Lista.

Dengan berdirinya Gerai Lengkong secara mandiri pada (16/4/2020) lalu, Lista berharap para pelaku UMKM bisa terus semangat dan berinovasi guna menghasilkan produk yang digemari masyarakat. Bahkan, untuk menarik minat masyarakat terhadap produk asal Tangsel, gerai milik Lista memiliki program reseller.

“Tapi saya berharap hadirnya Gerai Lengkong, khususnya pelaku UMKM agar semangat, menjalani usaha meskipun dari rumah,” tutupnya. (adv)

Komentar Anda

comments