Heboh Meme Dinasti Vs Gerbong “Istana”, Siapa Kuat?

oleh -
Meme Dinasti Vs Gerbong "Istana" yang hebih di sosial media. Foto: Ist

Palapanews.com- Sudah hampir sepekan warga Tangsel menerima kiriman meme kiriman melalui pesan whatsapp yang bertuliskan “Dinasti Vs Gerbong “Istana,” Siapa Kuat? Dalam meme tersebut Dinasti mewakili pasangan bakal calon walikota-wakil walikota Benyamin Davnie-Pilar Saga Ichsan, sedangkan gerbong istana bakal calon Siti Nur Azizah Ma’ruf dan Fahd Pahdepie.

Azizah menanggapi biasa beredarnya meme tersebut. Ia hanya senyum-senyum sambil mengatakan “biarin aja, itu hal biasa di sosmed,” ujarnya, Rabu (26/2/2020). Tapi apakah benar akan dipasangkan dengan Fahd Pahdepie, Azizah menampiknya.

“Semua parpol kan belum mengeluarkan keputusan, semua masih tahapan. Saya pribadi masih fokus disitu,” tegasnya.

Meme yang beredar tersebut dinilai oleh peneliti senior Candidate Centre Sonny Majid sebagai upaya membangun persepsi publik.

“Ada dua persepsi yang ingin dibangun, positifnya secara tidak langsung menyosialisasikan para kandidat. Sementara kata dinasti dan gerbong istana itu negatif,” ujarnya.

Propagandanya bisa saja menyampaikan pesan bahwa ada kandidat alternatif yang tidak memiliki tarikan “dinasti dan gerbong istana.” Tapi menurut Sonny, meme justru menguatkan figur Benyamin Davnie dan Azizah sebagai bacalon walikota. “Ini persepsi lain ya, seperti ada pesan ke kita bahwa yang menguat bakal calon walikota itu adalah Ben dan Azizah,” pungkasnya.

Dalam kontestasi pilkada, siapapun figur yang memeroleh rekomendasi parpol, sudah pasti masyarakat akan menerimanya. Dukungan partai ini biasanya berkorelasi dengan hasil survei kemudian, artinya bisa terdongkrak. Perencanaan strateginya lebih rapih karena ada resources jaringan ke bawah. Selama belum ada parpol, menurut dia, para kandidat masih bergerak sporadis.

“Dukungan parpol menjadi salah satu tolak ukur keseriusan para kontestan dalam perhelatan pilkada,” ujarnya menambahkan. Masyarakat Tangsel juga sudah heterogen, urban, sehingga pilihan politiknya cair.

Perlu diketahui di Tangsel ada sembilan partai yang mendapatkan kursi parlemen, Partai Golkar 10 kursi, Partai Gerindra, PDIP dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) masing-masing delapan kursi, Partai Demokrat lima kursi, PSI dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) masing-masing empat kursi, Partai Amanat Nasional dua kursi dan Partai Hanura satu kursi. (red)

Komentar Anda

comments