HOAX! Beredar Kembali Spanduk Penolakan Memandikan Jenazah Warga

oleh -
Foto larangan mengurus jenazah jika mendukung pembangunan gereja di Pondok Jagung kembali beredar. Foto: Repro Facebook

Palapanews.com- Beredar kembali unggahan gambar spanduk dalam akun Facebook Ala_Nu berisi kecaman penolakan warga untuk memandikan jenazah warga lain yang menyetujui pembangunan gereja di Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Tangsel.

Dalam unggahannya dituliskan ‘Virus Intoleran Menyebar’ yang menuturkan bahwa jika ia menentang dengan adanya spanduk tersebut. Dan meminta kepada pihak terkait agar hal tersebut menjadi perhatian khusus.

“Para Amil, Ustad, Ustadjah, Pondok Jagung Timur Dengan ini Menyatakan: Tidak Akan Mengurusi Jenazah (memandikan, mengkafani, mensholatkan, menguburkan & mentahlilkan) Orang-orang Yang Terbukti Mendukung/Menyetujui Pembangunan Gereja di RT 003/02 Pondok Jagung Timur” bunyi tulisan spanduk tersebut.

Setelah ditelusuri spanduk yang berada di Jalan Haji Risin RT 003/02, Kelurahan Pondok Jagung Timur, Kecamatan Serpong Utara, Tangsel tersebut telah terpasang pada tahun 2013 silam.

Kepala Kantor Kementerian Agama, Abdul Rojak menanggapi bahwa spanduk tersebut tidak benar dan jangan memperkeruh suasana aman di Tangsel.

“Jangan memperkeruh suasana Tangsel yang kondusif,” tegas Rojak saat dihubungi Kamis (23/1/2020).

Menurutnya, sesuai kewajiban seorang muslim untuk membantu mengurusi jenazah mulai dari dimandikan, dikafani, disolatkan, dikubur.

“Ya jangan begitu, orang sudah meninggal itu tetap disolatin, dimandiin, dimandiin, dikubur sampai selesai. Ya dosa kalau kita enggak ngurus,” tegasnya.

Dalam setiap permasalahan di dunia dan ketika sudah meninggal jangan selalu mengungkit masalahnya.

“Jangan dibawa-bawa masalah perbuatan dia ketika hidup, dengan meninggal selesai semua sudah,” tutur Rojak. (nad)

Komentar Anda

comments