Penyelundupan Narkotika Meningkat Dibanding 2018

oleh -

Palapanews.com- Kepala Kantor Pelayanan Umum (KPU) Bea dan Cukai Tipe C Bandara Soekarno-Hatta (Soetta), Finari Manan menyatakan, kasus penyelundupan narkotika melalui Bandara Soetta meningkat dari tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut sebanyak 29 kasus penyelundupan narkotika dengan berbagai jenis.

“2018 sekitar 110 kasus, sementara 2019 ini ada 139 kasus, artinya meningkat penyundupan narkotika di Bandara Soekarno-Hatta,” ujarnya di Kantor Bea Cukai Bandara Soetta, Tangerang, Senin, 23 Desember 2019.

Finari mengatakan, selama 2019 terdapat 62 kasus penyelundupan narkotika dilakukan melalui kargo Bandara Soekarno-Hatta. Lalu, sisanya melalui barang bawaan penumpang atau melalui kurir yakni penumpang dari luar negeri.

“Untuk 2019 sendiri total barang bukti yang kami sita mencapai 1,2 ton narkotika dari berbagai jenis,” katanya.

Finari menjelaskan, narkotika asal Amerika Serikat menjadi penyumbang terbanyak yang masuk ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta. Diikuti Malaysia dengan 20 kasus, 11 kasus dari India, terakhir Tiongkok dengan 10 kasus penyelundupan narkotika.

“Bahkan ada dari negara sendiri, Indonesia juga ada 10 kasus yang sifatnya dia misal penerbangan domestik harus transit dulu di Bandara Soetta,” jelasnya.

Finari menuturkan, jenis narkotika yang kerap diselundupkan yakni ganja dan juga Methampetamine atau sabu, dan barang haram itu juga dibawa rata-rata oleh kurir. Bahkan, ia menambahkan, sebagian dari para pelaku mengaku tidak mengetahui barang yang mereka bawa merupakan narkotika.

“Saat pelaku mau berangkat dia dititipin dan diiming-iming, dengan uang mungkin karena kepentingan kebutuhan. Biasa mereka rata-rata tidak tahu bahwa itu narkotika tapi ada juga yang tahu, bahkan ada pelakunya itu wanita-wanita yang tidak tahu,” ungkapnya.

Selain pencegahan, menurut Finari pihaknya saat ini tengah menjalin komunikasi dan MoU dengan negara-negara asal para pelaku, dengan tujuan mampu melakukan pencegahan sebelum pengiriman itu dilakukan. Mereka juga bahkan bertukar data dan informasi perihal penyelundupan narkotika yang selama ini menyerbu Indonesia.

“Kemudian mereka kan mau mengirim data informasi ke kita dan kita juga mengirim data. Kita olah dan itu salah satu pencegahan sehingga tidak terjadi praktek penyelundupan. Kita juga pasti bekerjasama dengan maskapai kemudian negara bilateral, bahkan tadi saya didukung oleh Komunitas Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Kombata). Begitu ada informasi mereka semua informasikan baik dari ototritas bandara bahkan karantina dan semuanya,” jelasnya.(rik)

Komentar Anda

comments