RSU Tangsel Sediakan SABU Bagi Warga Terpatuk Ular

oleh -
RSU Tangsel sediakan serum anti bisa ular. Foto: Nad

Palapanews.com- Munculnya ular berbisa di berbagai wilayah Indonesia, tentu membuat khawatir masyarakat. Salah satunya di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang mulai melakukan antisipasi penanganan dini korban terpatuk ular.

Kepala Seksi Penunjang Medis RSU Tangsel, Lydia Ita Kumala mengatakan, selama bulan Desember terdapat dua warga Tangsel yang dipatuk ular berbisa.

“Bulan Desember ada 2 dan Oktober ada 1. Kalau yang dua orang itu warga Kademangan sama Rawa Buntu. Dan, langsung ditangani di IGD RSU Tangsel,” ujarnya Selasa (17/12/2019).

Menurutnya, RSU Tangsel telah menyediakan 50 lebih Serum Anti Bisa Ular (SABU). Bagi masyarakat yang terkena gigitan ular diharapkan segera mendatangi RS terdekat.

“Serum di RSU Tangsel Alhamdulillah ketersediaannya ada sekitar 50 lebih, serum ini untuk jenis ular berbisa. Saya himbau, jangan lebih dari 8 jam karena itu bisa menjalar keseluruh tubuh,” katanya.

Sementara itu, Kepala Seksi Pelayanan Medis RSU Tangsel, Ronald mengungkapkan apabila masyarakat ada yang tergigit ular yang pertama dilakukan jangan panik dan menghindari aktivitas berlebihan.

“Jangan terlalu banyak gerak, contoh di bagian tangan digigit ular, kita buat penanganan dari ujung jari hingga ujung pundak dengan cara meletakan dua bilah papan di tangan dan diikatkan untuk mengurangi pergerakan,” papar Ronald.

Lanjut Ronald, di Tangsel sendiri terdapat dua RS yang menyediakan serum anti bisa ular bagi masyarakat yang terkena gigitan ular.

“Di Tangsel kalau adanya yang digigit ular berbisa bisa langsung ke RSU Tangsel dan Eka Hospital, kalau di Jakarta yang saya tau ada di RS Fatmawati,” ungkapnya. (nad)

Komentar Anda

comments