Hasil Investigasi Insiden Pesawat Garuda Diserahkan ke Dirjen Perhubungan Udara

oleh -

Palapanews.com- Otoritas Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) menyerahkan hasil investigasi insiden pesawat Garuda Indonesia yang saling berhadapan di Taxiway atau jalan penghubung antara landas pacu dengan pelataran pesawat (Apron) di Bandara Soetta. Hasil investigasi itu diserahkan ke Dirjen Perhubungan Udara.

“Hari ini diserahkan. Hasilnya tertutup kepada Dirjen Perhubungan Udara,” ujar Kepala Otoritas Bandara Soekarno-Hatta, Herson, Selasa, 17 Desember 2019.

Herson menjelaskan, ada beberapa pihak yang sudah dipanggil pada Senin, 16 Desember 2019. Tim investigasi sudah memanggil dan mendengarkan keterangan dua pihak yakni dari Garuda Indonesia dan Airnav Bandara Soekarno-Hatta.

“Kemarin pemanggilan crew pilot dan tower atau Airnav Bandara Soekarno-Hatta untuk dilakukan investigasi,” jelasnya.

Sedangkan kewenangan untuk melakukan publikasi hasil investigasi, Herson mengatakan berada dalam kewenangan Dirjen Perhubungan Udara. “Nanti hasilnya dipublikasi oleh Dirjen, bukan dari Otoritas Bandara,” katanya.

Sebelumnya, pesawat Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA649 regitrasi PK-GMH rute Ternate (TTE)-Bandara Soekarno-Hatta dan pesawat GA246 dengan registrasi PK-GRR rute Bandara Soekarno-Hatta-Banyuwangi. Pesawat dari Ternate baru saja mendarat (landing) di Bandara Soekarno-Hatta, sedangkan pesawat dari Banyuwangi hendak menuju landas pacu (Runway) untuk take off, yang menyebabkan saling berhadap-hadapan dalam satu landasan.

Kepala Otoritas Bandar Udara Wilayah I Soekarno-Hatta Herson membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menjelaskan kronologi kejadian bermula dari pesawat dengan nomor penerbangan dari Ternate tersebut akan melakukan landing, kemudian menerima instruksi dari Menara ATC. Akan tetapi pilot tidak mendengar instruksi menara ATC dan masuk ke jalur NP2.

“Betul, Kamis, 12 Desember 2019 sekira pukul 11.26 WIB kejadiannya. Pesawat yang baru landing yang salah, tidak mendengar perintah tower ATC. mungkin terlalu kelelahan, sehingga saat yang bersamaan, GA-264 yang akan take off sudah berada di posisi NP2 sehingga membuat kedua pesawat dalam kondisi berhadapan (head on),” jelas Herson.(rik)

Komentar Anda

comments