BPPT: Turap Longsor di Kademangan Tak Cukup Kuat Tahan Beban

oleh -

Palapanews.com- Longsor turap di Kademangan, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu yang menyebabkan ibu muda bernama Anggi (23) meregang nyawa, Senin (2/12/2019) kemarin, disebut oleh Kepala Bagian Program dan Anggaran Pusat Teknologi Reduksi Resiko Bencana Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Nur Hidayat tidak memiliki ketahanan yang maksimal.

Nur Hidayat yang datang meninjau lokasi longsor turap mejelaskan, bahwa turap tersebut diperparah dengan kondisi tanah yang merupakan tanah urukan.

“Kondisi turap semakin parah dengan lapisan soil (tanah) cukup tebal di area longsor. Kayaknya turap itu tanah urukan. Itu yang saya lihat material yang longsor tadi,” ucap Nur, Senin (2/12/2019) malam

Lanjutnya, tebalnya tanah itu membuat turap tak dapat menahan beban yang berat. Terlebih, di musim hujan seperti ini air dengan sangat mudah masuk keretakan turap hingga meresap ke tanah.

“Dengan tanah yang cukup tebal, jadinya enggak kuat buat nahan beban yang cukup besar. Kalau ini bergetar mempercepat terjadinya proses pergerakan tanah dan itu terbukti jalanan retak dan air mulai banyak meresap ke tanah retak,” paparnya.

Justru dengan kontur tanah seperti ini, Nur menyangkan jika harus di buat turap. Apalagi saat pembuatan turap harus diteliti lebih dalam kembali.

“Dengan kondisi tanah seperti ini, turap bukanlah menjadi solusi satu satunya. Jadi sebaiknya tingkat penduduk harus dikurangi, kemudian lalu lalang mobil padat yang menambah beban, baik bebam tetap atau bergerak juga harus dikurangi,” ungkap Nur.

Senada dengan Nur, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Chaeruddin juga mengatakan bahwa turap yang longsor tidak cukup kuat menahan beban.

“Dari turapnya itu sendiri kurang kuat. Turap itu tak memiliki dasar pondasi yang kokoh. Itu kan turapnya cuma begitu doang. Enggak ada besinya,” bebernya. (nad)

Komentar Anda

comments