400 SMP se-Kota Tangerang Ikuti Workshop E-Raport

oleh -

Palapanews.com- Pemerintahan Kota Tangerang melalui Dinas Pendidikan mengadakan Workshop E-Raport bagi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Tahun 2019. Kegiatan ini diikuti 400 sekolah baik negeri dan swasta, Pemkot Tangerang berencana menerapkan rapor berbasis elektronik atau E-Raport untuk para pelajar mulai tahun ajaran 2020-2021.

Walikota Tangerang, Arief R. Wismansyah didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia dan Kepala Sekolah SMPN 6 Kota Tangerang, Maksum, membuka langsung kegiatan workshop yang berlangsung di Aula Gedung SMPN 6 Kota Tangerang, Selasa, 15 Oktober 2019.

Arief menjelaskan, melalui sistem E-Raport ini nantinya tak hanya guru yang bisa memantau dan mengetahui nilai akademik siswanya selama masa pembelajaran, namun juga kepala sekolah dan orangtua murid.

“Tahun depan bukan cuma guru tapi orangtua, dan kepala sekolah tau bagaimana hasil belajar mengajar anak-anaknya,” ucap Arief.

Terlebih hasil belajar mengajar yang tersaji di E-Raport, dapat membantu meningkatkan mutu pendidikan dengan melibatkan seluruh aspek. Hasil ulangan harian, semester dan ujian siswa rencananya dapat diakses oleh setiap wali murid melalui teknologi E-Raport tersebut.

“Dulu guru aja, sekarang kepala sekolah ikut memantau kesulitannya apa, mata pelajarannya apa saja. Kalau ada materi yang sulit dipahami berarti guru yang harus lebih maksimal. Tapi kalau rata-rata siswanya bisa semua, dan hanya ada satu atau dua siswa yang tidak bisa berarti orangtua bisa membantu,” papar Walikota.

“Makanya kita gencar tahun ini proses pengenalan dan bimbingannya dulu. Sampai semuanya betul-betul siap,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Masyati Yulia menjelaskan, saat ini pihaknya tengah gencar melakukan sosialiasi dan workshop penerapan E-Raport kepada setiap guru di tingkat SMP baik negeri dan swasta.

“E-Raport ini bukan hanya menjadi acuan bagi kami para guru tapi bagi orangtua dalam membantu pihak sekolah dalam mendidik anaknya untuk meraih nilai sempurna,” imbuhnya.

Masyati menambahkan, orangtua nantinya tidak berpatokan pada hasil yang diperoleh anaknya namun juga melihat proses sang anak dalam meraih nilai.

“Supaya orangtua ini melihat bagaimana proses anak berkembang dan belajar kalau nilai anak kurang orang tua akan mencari cara agar anaknya dapat lebih giat dalam menimba ilmu,” pungkasnya.

Seperti diketahui, E-Raport mencatat tentang semua capaian kompetensi siswa. Mulai dari kehadiran, nilai mata pelajaran, sikap, prestasi, hingga catatan wali kelas. E-Raport juga terhubung langsung dengan data pokok pendidikan (Dapodik) sehingga, bisa digunakan sebagai sarana informasi siswa yang terintegrasi secara nasional.(ydh)

Komentar Anda

comments