Bawa Motor Galon, Yusrianto Kembalikan Formulir Bacalon Walikota Tangsel

oleh -

Palapanews.com- Ada pemandangan cukup menarik di kantor DPC PDIP yang berlokasi di Ruko Arcade, Kecamatan Serpong Utara, Tangsel. Pada hari terakhir pendaftaran dan pengembalian formulir calon walikota/wakil walikota Tangsel tampak tukang galon turut mengembalikan formulir.

Yakni, Yusrianto yang datang membawa motor roda tiga berisi puluhan galon. Tak hanya itu, ia juga hanya didampingi oleh segelintir tim pendukungnya.

Mengenakan batik dengan motif-motif berlogo partai Banteng Putih, Yusrianto cukup percaya diri mendatangi kantor DPC PDIP. Kehadirannya pun menyita wartawan untuk kemudian mengabadikan kedatangannya.

Yusrianto pun mengisahkan keinginannya untuk maju dalam pesta demokrasi lima tahunan tersebut.

“Sebagai tukang galon mengharuskan bertemu dengan sejumlah kalangan. Dari interaksi tersebut ada kesadaran dalam hati bahwa mereka yang tak beruntung bukan karena takdir, tetapi ada sistem yang bikin mereka menjadi sulit,” katanya.

Nah, hasil obrolan dengan pelanggannya menyadarkan Yusrianto untuk berbuat lebih dengan masyarakat. Caranya dengan terjun ke politik. Lewat mendaftar untuk calon walikota ini menjadi salah satu jalan bagaimana merubah kondisi masyarakat.

“Kalau membantu orang mungkin kita bisa lakukan. Tetapi tidak besar. Dengan lewat kebijakan jika kita jadi walikota hasilnya jauh lebih¬† besar. Makanya saya memberanikan diri ikut pendaftaran,” bebernya.

Ia pun mengisahkan kedatangannya menggunakan sepeda roda tiga. Yakni siapapun punya kebebasan untuk memilih dan dipilih. Artinya siapapun golongan masyarakat tersebut punya hak politik yang sama. Tidak ada yang membeda-bedakan.

“Dapat rekomendasi atau tidak itu urusan belakangan. Yang terpenting kita berjuang dulu,” ungkap Yusrianto.

Dirinya pun sudah siap dengan resiko apapun ketika terjun ke politik. Termasuk dinamika yang terjadi dalam pesta demokrasi lima tahunan ini. Baginya bukan soal menang atau kalah, tetapi memberikan pencerahan kepada masyarakat bahwa setiap warga negara punya hak yang sama. Tanpa memandang suku, agama, ras, hingga latar belakang ekonominya.

“Saya minta restunya. Mudah-mudahan diberikan kelancaran,” ucapnya sambil tersenyum. (nad)

Komentar Anda

comments