Siloam Hospitals Semanggi Fokus Perawatan dan Pengobatan Kanker Payudara

oleh -
Seminar kesehatan yang digelar MRCCC Siloam Hospitals. Foto: Nad

Palapanews.com- Pasien, Keluarga Pasien hingga Masyarakat menghadiri seminar kesehatan bertema “A New Approach for the Prevention and Treatment of Breast Cancer – Introducing the Road Map of Breast Cancer Care Alliance (BCCA) yang digelar MRCCC Siloam Hospitals Semanggi di Conference Room Lantai 36, MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, Sabtu (24/8/2019).

Tim ahli BCCA atau pusat layanan yang berfokus pada perawatan dan pengobatan kanker payudara ini terdiri dokter spesialis seperti bedah onkologi, hematologi onkologi, onkologi radiasi, serta tenaga medis yang bekerja sama dalam memandu setiap langkah pasien, memberikan pelayanan medis dengan penuh komitmen, dan dukungan kasih kepada pasien selama menjalani perawatan dan pengobatan kanker payudara.

Ketua Komite Medik MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Samuel J. Haryono, Ketua Hematologi Onkologi Medik MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Jeffry Beta Tenggara, dan dokter spesialis onkologi radiasi MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Denny H. Kirana pun turut menjadi narasumber dalam seminar tersebut.

Direktur MRCCC Siloam Hospitals Semanggi Adityawati Ganggaiswari mengatakan, kanker payudara adalah jumlah kasus terbanyak dan salah satu penyumbang kematian tertinggi pada wanita. Tercatat angka kanker payudara 42,1 per 100.000 penduduk, dengan rata-rata kematian 17 per 100.000 penduduk.

“Lebih kurang 30 persen kanker payudara baru terdeteksi setelah menyebar ke bagian tubuh lain, dan 30 persen terdeteksi saat kanker sudah memasuki stadium lanjut, suatu kondisi yang menyebabkan sulit sembuh. Hanya 40 persen yang sudah didiagnosis saat awal, sehingga masih besar kemungkinan untuk sembuh. Melalui seminar kesehatan ini, kami ingin menekankan pentingnya upaya pencegahan dan deteksi dini kanker payudara,” ujarnya.

Menurutnya, ada berbagai cara yang dapat dilakukan untuk deteksi dini kanker payudara, antara lain dengan melakukan SADARI (Periksa Payudara Sendiri) dan SADANIS (Periksa Payudara Klinis). SADARI dapat dilakukan oleh setiap perempuan sehat tanpa perlu datang ke dokter, pada rentang hari ke-7 hingga 10 setelah hari pertama menstruasi dimana payudara sedang dalam kondisi paling lunak.

Sementara itu, SADANIS merupakan pemeriksaan payudara yang dilakukan oleh tenaga kesehatan terlatih. Bila ditemukan adanya benjolan, perubahan kulit payudara, atau keanehan pada puting payudara, pasien akan disarankan untuk menjalani pemeriksaan lanjutan dengan USG atau mamografi.

“SADARI dan SADANIS penting dilakukan untuk mencegah kanker ditemukan di stadium akhir, yang memiliki tingkat kematian tinggi. Kita harus sadar bahwa kanker payudara merupakan penyakit mematikan yang menjadikan wanita sebagai target utamanya. Semakin dini deteksi, semakin besar pula kemungkinan untuk sembuh,” jelasnya. (nad)

Komentar Anda

comments