Banyak Artis Konsumsi Sabu, Ini Bahayanya untuk Tubuh

oleh -
Ilustrasi. Foto: Dok

Palapanews.com- Belakangan ini kabar tak sedap terus datang dari kalangan artis tanah air. Bukannya memberi contoh yang baik sebagai public figure, dilalanya mereka malah asyik mengonsumsi narkoba jenis sabu.

Artis yang baru ditangkap karena kedapatan memiliki barang haram itu adalah Nunung. Ia ditangkap bersama suaminya, July Jan Sambiran. Menyusul, artis lainnya, Jefri Nichol yang juga ditangkap polisi lantaran mengonsumsi sabu.

Padahal kita semua tahu, mengonsumsi sabu amat berbahaya bagi tubuh. Sabu atau methamphetamine memiliki pengaruh yang sangat kuat bagi kondisi saraf kita. Penggunaannya akan memicu efek euphoria, meningkatnya suasana hati, konsentrasi, serta rasa percaya diri. Bagi mereka yang membutuhkan stamina tambahan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, efek dari penggunaan sabu tentu akan sangat terasa.

Dampak kesehatan penggunaan sabu juga sangat berbahaya. Dalam jangka pendek akan memicu:

  • Penurunan berat badan dengan drastis
  • Merusak pola tidur
  • Memicu mual-mual
  • Delusi
  • Gangguan mental (mudah marah, lebih agresif, mengalami halusinasi, mudah cemas, atau menjadi hiperaktif)
  • Sabu juga bisa menyebabkan efek seperti kejang-kejang, apalagi jika dikonsumsi dengan berlebihan.

Dampak jangka panjang penggunaan sabu
Sabu bisa menyebabkan dampak ketergantungan.

Pengaruh dari narkoba ini sangatlah dahsyat sehingga bisa membuat tubuh kehilangan nafsu makan dengan drastis dan akhirnya memicu kekurangan nutrisi. Bahkan, pembuluh darah juga bisa mengalami kerusakan parah akibat hal ini.

Jika sampai pembuluh darah rusak, maka denyut jantung juga akan meningkat drastis demi membuat oksigen bisa terdistribusi ke berbagai bagian tubuh. Sayangnya, hal ini bisa memicu kerusakan jantung, menyebabkan masalah aritmia, hingga memicu stroke yang berpotensi mematikan.

Cara berhenti menggunakan sabu

Mengingat kemampuannya dalam memicu ketergantungan, berhenti menggunakan sabu bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Bahkan, banyak mantan pengguna sabu yang mengaku masih merasakan gejala dan keinginan untuk menggunakannya lagi meski sudah sangat lama tidak lagi mengonsumsinya.

Hal ini disebabkan oleh kemampuan sabu dalam merusak sistem di dalam otak yang mengendalikan hormon serotonin dan dopamine, hormon yang bisa membuat kita merasakan tenang dan berbahagia.

Melihat fakta ini, pengguna sabu memang sebaiknya meminta bantuan dokter atau datang ke tempat rehabilitasi demi membantunya mengatasi kecanduan obat terlarang ini. Prosesnya tentu akan sangat berat dan bisa saja berlangsung sangat lama, namun hal ini perlu untuk dilakukan demi mencegah dampak yang jauh lebih buruk jika terus menggunakan sabu. (*)

Sumber: Doktersehat.com

Komentar Anda

comments