2 Kelompok Pemuda di Tangerang Tawuran, Ambulans Jadi Alat Angkut Senjata

oleh -
Kapolres Metro Tangerang Kombes Abdul Karim mengamati ambulans yang dijadikan alat tawuran. Foto: Rik

Palapanews.com- Dua kelompok pemuda asal Periuk, Kota Tangerang dengan kelompok gabungan dari wilayah Jakarta-Tangerang tawuran di Jalan Raya M. Toha, Jatiuwung, Tangerang. Uniknya, tawuran tersebut menggunakan mobil ambulans sebagai sarana tempat penyerangan dan menyimpan senjata tajam.

Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Abdul Karim mengatakan kelompok dengan menggunakan mobil ambulans tersebut digunakan oleh pemuda yang tergabung dari wilayah Jakarta-Tangerang.

“Jadi mobil tersebut berisi barang bukti senjata tajam berupa parang, celurit, batu, dan berisi 15 orang yang hendak tawuran. Mobil ambulans tersebut dipakai untuk mengelabui musuhnya dengan menyalakan sirine dari kejauhan yang menyerupai polisi,” ujar Karim di Mapolres Metro Tangerang Kota, Jumat (26/7/2019).

Karim menuturkan, ambulans tersebut milik pribadi bukan milik rumah sakit yang disewa oleh kelompok tersebut. Lanjutnya, ambulans tersebut pun telah diamankan bersama dengan barang bukti ke Polres Metro Tangerang Kota.

“Ambulans tersebut tidak di sopiri oleh para pelaku tawuran, melainkan dikemudikan langsung oleh sopir aslinya. Tapi si pengemudi tidak kami tahan, karena ia tidak tahu akan digunakan tawuran,” jelasnya.

Karim menjelaskan, tawuran tersebut bermula saling tantang dan saling ledek di media sosial Instagram, dua kelompok pemuda tersebut pun menyepakati pertemuan untuk melakukan tawuran di Jalan Raya M. Toha, Jatiuwung, Kota Tangerang, pada Sabtu, 13 Julu 2019, pukul 04.30 WIB.

“Dari kejadian tersebut, satu pemuda berinisial A jadi korban pembacokan dengan mengalami luka berat yang masih kritis di RSUD Kabupaten Tangerang. Dua pelaku pembacokan berinisial BP dan PP berhasil kami tangkap pada Rabu, 17 Juli 2019,” kata Karim.

Kedua pelaku pembacokan tersebut disangkakan dengan Pasal 170 dan 351, dengan hukuman penjara diatas 5 tahun. (rik)

Komentar Anda

comments