2 Perampok Toko Emas Berasal dari Malaysia

oleh -

Palapanews.com- Kapolresta Tangerang Kombes Sabilul Alif mengungkap kronologi perampokan emas bernilai Rp1,5 miliar pada Toko Emas Permata, Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang dilakukan oleh dua warga negara asing (WNA) Malaysia Muhammad Nazri Fadzil Rahman (26) dan Muhammad Nur Iskandar (23).

Dalam proses penangkapan keduanya, polisi mengaku mengalami kesulitan mengidentifikasi pelaku dan menangkap pelaku karena hubungan diplomatik antarnegara.

“Kita sempat sulit menangkap mereka, karena saat itu mereka sudah kembali ke negaranya dan disana ada aturan yang melindungi setiap warga negara. Namun, dengan kerjasama yang baik, akhirnya kita bisa menangkap pelaku meski saat ini mereka diamankan di Polisi Diraja Malaysia,” ujar Sabilul saat menggelar jumpa pers terkait perampokan tersebut di Mapolresta Tangerang, Kamis, 11 Juli 2019.

Sabilul mengatakan, alasan penahanan dilakukan di Malaysia, karena keduanya juga terlibat tindak kriminal di negara tersebut hingga akhirnya harus melakukan pemeriksaan dan proses hukum di negara asal.

“Mereka masih berproses hukum juga disana, nanti kita lakukan tindak lanjut agar mereka (pelaku) bisa kita amankan dan kenakan pasal juga,” katanya.

Sabilul menjelaskan, kronologi pengungkapan kasus pencurian pada Toko Emas Permata, Balaraja, Tangerang. Ia menambahkan, pada 13 Juni 2019, kedua pelaku datang ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang.

Selanjutnya, pada hari itu keduanya melakukan penyewaan mobil ke salah satu toko di Penjaringan, Jakarta Timur, dengan jangka waktu tiga hari. Usai melakukan penyewaan mobil, keduanya mulai melancarkan aksinya. Sasaran utama keduanya melakukan aksi pencurian toko emas dikawasan Serang, Banten.

Namun, lantaran kondisi lalu lintas dikawasan setempat terlalu padat, akhirnya kedua pelaku memilih untuk mencari lokasi lainnya. Hingga pada 14 Juni 2019, keduanya memutuskan untuk beraksi di Toko Emas Permata, Balaraja, Tangerang.

Saat melakukan aksinya, kedua warga negara Malaysia itu berhasil menggasak perhiasan sebanyak enam baki, yang mana menurut pengakuan korban total kerugian hingga 6 kilogram. Berhasil menggasak emas, keduanya melarikan diri menggunakan kendaraan roda empat yang disewa. Sebelum berhasil lolos, mobil kedua pelaku tersebut dilempari warga oleh batu.

“Saat mereka lari, tim kami langsung berkoordinasi dengan cepat yang mana dari hasil pemeriksaan saksi, mereka menggunakan mobil Avanza dengan kondisi kaca yang pecah usai dilempar batu oleh warga,” jelas Sabilul.

Saat itu, polisi yang berjaga dikawasan setempat sempat melakukan penutupan jalan untuk mengamankan pelaku. Ketika berada di tol, mobil pelaku sempat dihadang polisi, namun kondisi kendaraan pelaku yang melaju kencang hingga akhirnya menabrak polisi dan berhasil kabur ke arah Merak.

Tak sampai disitu, lanjut Sabilul, keduanya kembali melancarkan aksinya di salah satu Pom Bensin kawasan Balaraja dan berhasil merampok uang tunai senilai Rp4 juta. Hingga akhirnya, keduanya melarikan diri melalui jalur udara.

“Tanggal 15 Juni 2019 itu mereka kembali ke Malaysia lewat Bandara Soekarno-Hatta, dengan membawa semua barang bukti hasil perampokan. Mereka hanya tiga hari di Indonesia dan menginap di salah satu hotel kawasan Serang. Tentunya, sebelum meninggalkan Indonesia, mereka mengembalikan kendaraan yang disewa dengan lebih dulu memperbaiki kaca mobil di kawasan Cimone,” katanya.

Kini, pelaku akan dikenakan pasal 365 KUHP dengan ancaman diatas 10 tahun penjara.(rik)

Komentar Anda

comments